DENPASAR BALI, MB1 II Aktivis Perempuan dan Anak asal Bali yang juga seorang pengacara, Endang Hastuty Bunga, SH, menyampaikan keprihatinannya atas insiden yang terjadi dalam aksi unjuk rasa baru-baru ini, di mana seorang pengemudi ojek online kehilangan nyawa akibat tidak sengaja tertabrak oleh anggota Brimob yang tengah bertugas.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Al-Fatihah untuk almarhum, semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT,” ucap Endang.
Menurutnya, peristiwa tersebut tidak seharusnya membuat masyarakat melampiaskan kemarahan kepada aparat kepolisian, khususnya Brimob. Sebab, aparat hanyalah alat negara yang menjalankan tugas menjaga keamanan, tanpa menerima bayaran tambahan di luar gaji rutin mereka.
“Jangan sampai rakyat justru salah sasaran. Tuntutan demo seharusnya tetap diarahkan kepada DPR, bukan malah menimbulkan kericuhan yang mempertemukan rakyat dan aparat di posisi berlawanan. Ini berbahaya karena justru menguntungkan pihak DPR yang seharusnya menjadi objek tuntutan utama,” tegasnya.
Endang menilai, DPR tidak boleh diam melihat situasi ini. Ia meminta para anggota DPR membuka ruang dialog dan forum diskusi terbuka agar aspirasi rakyat tersampaikan dengan baik tanpa harus terjadi gesekan di lapangan.
“Insiden ini adalah musibah, dan Brimob juga manusia yang menjalankan tugas negara. Tolong jangan benturkan rakyat dengan aparat. DPR harus hadir, jangan tutup mata,” tambahnya.
Melalui pernyataan ini, Endang Hastuty Bunga mengajak masyarakat untuk tetap bijak dalam menyampaikan aspirasi. Ia menekankan agar rakyat fokus pada tujuan utama demonstrasi, yakni menagih tanggung jawab dan keberpihakan DPR terhadap kepentingan rakyat, bukan menambah kisruh baru.
(Red)
More Stories
Buntut Jatuhnya Korban, KMHDI Desak Polri Evaluasi Menyeluruh SOP Penanganan Aksi Massa
Dinas Perikanan Subang Adakah Acara Gebyar Fashion Show di Akhir Hut RI ke 80
RW 05 Raih Juara Kades Cup 2025 Desa Hambalang