Beranda / PEMERINTAHAN / Desa Hambalang Jadi Lokasi Studi Tiru Nasional, Kepala Desa Sambut Langsung Rombongan dari Kabupaten Langkat

Desa Hambalang Jadi Lokasi Studi Tiru Nasional, Kepala Desa Sambut Langsung Rombongan dari Kabupaten Langkat

CITEUREUP – BOGOR, MB1 II Pemerintah Desa Hambalang, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor kembali menjadi perhatian publik setelah terpilih sebagai lokasi Studi Tiru Nasional yang diselenggarakan oleh Lembaga Diklat dan Bimbingan Teknis Nasional Intelektual Generasi Indonesia (INTELEGENSIA).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Peningkatan Kapasitas Perangkat Desa se-Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, yang berfokus pada tema:

“Pelayanan Masyarakat Berbasis Aplikasi Digital dan Manajemen Koperasi Desa.”

Kunjungan berlangsung selama dua hari, yakni Selasa–Rabu, 11–12 November 2025, bertempat di Balai Desa Hambalang. Sebanyak 63 peserta dari perangkat desa Kabupaten Langkat hadir dan terbagi dalam dua gelombang, yakni 35 peserta pada hari pertama (11 November) dan 28 peserta pada hari kedua (12 November).

Rombongan diterima langsung oleh Kepala Desa Hambalang, Wawang Sudarwan, beserta jajaran Perangkat Desa serta Ketua KDMP. Dalam sambutannya, Wawang menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya karena Desa Hambalang dipercaya menjadi lokasi studi tiru tingkat nasional.

“Kami menyambut dengan tangan terbuka para peserta dari Kabupaten Langkat. Ini merupakan kehormatan bagi kami dan juga kesempatan berharga untuk saling bertukar pengalaman dalam membangun pelayanan publik yang lebih baik melalui pemanfaatan teknologi digital,” ujar Wawang Sudarwan dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Wawang menjelaskan bahwa Desa Hambalang telah mengembangkan beberapa inovasi digital dalam pelayanan masyarakat, antara lain aplikasi pelayanan administrasi desa online, sistem informasi keuangan desa yang terintegrasi, serta penerapan transparansi anggaran berbasis website desa. Inovasi tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain yang sedang bertransformasi menuju desa digital mandiri.

Sementara itu, Direktur Eksekutif INTELEGENSIA, Mustafa Ismail, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman langsung (best practice) kepada peserta tentang tata kelola pemerintahan desa modern. Ia juga mengapresiasi kesiapan dan profesionalitas Pemerintah Desa Hambalang yang dinilai sangat terbuka dan kooperatif dalam berbagi pengetahuan serta praktik inovatif.

“Kami melihat Desa Hambalang sebagai contoh nyata bagaimana Desa bisa maju dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Inilah bentuk kolaborasi nyata antara lembaga pembina teknis dan pemerintahan desa,” tutur Mustafa Ismail.

Selain sesi diskusi dan presentasi, kegiatan studi tiru juga diisi dengan kunjungan lapangan untuk melihat langsung proses pelayanan publik di kantor desa serta interaksi dengan masyarakat. Peserta tampak antusias mengikuti rangkaian acara hingga akhir.

Kegiatan ini turut melibatkan beberapa unsur penting, seperti Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan tim pendamping dari INTELEGENSIA. Selama pelaksanaan kegiatan, seluruh peserta juga mendapatkan sesi pelatihan singkat tentang manajemen pelayanan digital, sistem informasi desa, serta inovasi pengelolaan koperasi berbasis aplikasi.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat memperkuat jejaring antar desa di Indonesia, khususnya dalam upaya mewujudkan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan berbasis teknologi.

Kepala Desa Hambalang menegaskan bahwa Pemerintah Desa siap terus membuka diri terhadap kerja sama lintas daerah, baik dalam bentuk studi tiru, pelatihan, maupun kolaborasi pengembangan inovasi digital desa.

“Harapan kami, kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini. Kami ingin terus berkolaborasi untuk kemajuan bersama dan berbagi praktik terbaik bagi desa-desa lain di seluruh Indonesia,” tutup Wawang Sudarwan.

 

 

 

(RQ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *