Top Tag

KLAPANUNGGAL – BOGOR, MB1 II Pembangunan betonisasi jalan desa di Ligarmukti Kecamatan Klapanunggal Kabupaten Bogor diduga banyak penyimpangan, pasalnya tidak sesuai RAB perencanaan Desa, pada, Jumat, (19/12/25).

Proyek Banprov di Desa Ligarmukti diketahui dikerjakan oleh pihak ke 3. “proyek ini setahu saya di borongkan, karna tidak ada warga sekitar yang ikut kerja,” ujar salahsatu warga di lokasi kepada MB1.

Warga juga menuturkan, secara kasatmata, ketebalan beton jelas dikurangi, dikarenakan Bigistin dari papan yang berukuran 12 cm, ditanam dalama pemasangan pekerjaannya.

“Coba aja kita lihat, bigisting nya ditanam, bagian dasar yang mau di cor diurug tebal, otomatis ketebalan di tengah berkurang,_ ungkap Warga.

Warga menilai, pekerjaan tidak sesuai dengan apa yang tertera pada papan kegiatan terkait spek pekerjaan jalan tersebut.

Warga setempat menyesalkan pekerjaan yang asal jadi itu di wilayah lingkungannya, dikarenakan, kata Warga, ketebalan hanya pada bagian pinggirnya saja dan ketika selesai tentunya akan terlihat bagus bagian sampingnya. Membuat percuma dilakukan pengecoran juga akan mudah hancur.

“Sempat kita ukur ketebelan beton cor ditengah hanya berkisar 4 sampai 5 cm saja, padahal ketebalan 15 cm, asal asalan dikerjakan,” umpat warga.

“Pihak pemborong malah menggali dasar tanah kiri-kanan untuk memangsang Bekisting (Cetakan sementara), jelas pastinya ukuran ketebalan beton berkurang,” keluhnya di lokasi saat ditemui MB1, Kamis, 18/12/25).

Warga berpendapat uang negara untuk yang dialokasikan untuk masyarakat (pembangunan jalan desa) menjadi sia-sia akibat dikerjakan asal jadi oleh pihak pemborong hanya untuk mencari keuntungan yang besar.

“Kalau sudah seperti ini pastinya warga desa yang dirugikan,” pungkasnya kesal.

Sementara, Kepala Desa Ligarmukti, Samin, saat dikonfirmasi MB1, belum memberikan komentar apapun terkait adanya penyimpangan spesifikasi seperti dalam RAB desa terhadap pekerjaan jalan desa di wilayahnya itu.

Diketahui, jalan desa yang dibangun menggunakan anggaran Bantuan Provinsi Jawa Barat (Banprov) berkisar dengan panjang 210 meter dan Lebar Jalan 2,5 meter serta ketebalan 0,12 meter, dengan anggaran sebesar Rp 98.000.000,- menjadi ajang cari untung pihak pemborong.

Banyak kalanganpun meragukan pelaporan pertanggungjawaban yang nantinya oleh pihak desa, pasalnya, dengan adanya pengurangan spesifikasi RAB, diduga adanya manipulasi pelaporan penggunaan anggaran keuangan negara.

 

 

 

(Red MB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like