CILEUNGSI – BOGOR, MB1 II Ramainya perbincangan pengiriman sampah dari Pemkot Tangerang Selatan ke PT. Aspex Kumbong di Cileungsi, membuat kepala desa Dayeuh geram. Pasalnya, dari mulai masuknya sampah ke PT. Aspex Kumbong, hingga detik ini belum ada berkoordinasi dengan pihak desa Dayeuh.
Hal ini diungkapkan Kepala Desa Dayeuh, Jamhali BJ. SE, mengatakan “Sampai saat ini ketika sudah ramai di media, pihak Aspex Kumbong tidak ada koordinasi lingkungan dengan pemdes Dayeuh,” ujar Jamhali.
Kades Dayeuh juga sudah mewanti – wanti dari jauh – jauh hari untuk menunggu niat baik pihak perusahaan terhadap lingkungan Desa sekitar.
“Sementara banyak pihak menanyakan terkait koordinasinya seperti apa, bagaimana nantinya dan sebagainya bahkan dampaknya. Sekiranya nanti situasi tidak kondusif dan juga mengganggu dan merugikan lingkungan, bisa jadi kami stop,” tegasnya.
Sementara, pihak Aspek Kumbong saat dikonfirmasi awak media terkait tidak adanya koordinasi ke-lingkungan sekitar, beralasan belum sempat untuk berkoordinasi.
“Hari ini pihak kami akan bertemu dengan pak kepala desa untuk menjelaskan pengelolaan sampah yang masuk ke Aspex,” kata Renaldi, Jumat, (9/1/26)
Diketahui, ratusan ton setiap harinya sampah dari Pemkot Tangsel masuk ke PT. Aspex Kumbong untuk diolah, untuk meminimalisir kejadian darurat sampah di Tangsel, dampak warga sekitar TPA Cilowong melakukan protes untuk tidak membuang sampah Pemkot Tangsel tersebut dikarenakan kordinasi yang belum menyeluruh terhadap warga dan juga limbah airlindih yang berdampak ke lingkungan sekitar.
(Red)






