GIANYAR – BALI, MB1 II Menutup akhir Tahun 2025 Organisasi dengan latar belakang bermacam ragam Budaya, Bangsa, Negara dan Bahasa atau sering disebut sebagai Perkumpulan Harapan Keluarga Antar Negara (HAKAN) menggelar acara dengan tema “Pesona Nusantara” pada Sabtu (06/12/25).
Bertempat di Sangam Bali Jl. Ir. Sutami, Kemenuh, Sukawati, Gianyar-Bali, dihadiri Para Pendiri HAKAN, Ketua Umum, Sekjen, Kabid Hukum, Kabid Organisasi dan Keanggotaan, Ketua DPD Bali, Ketua DPD Yogyakarta, Ketua DPD NTB, Pengurus HAKAN Bali, Keluarga Besar Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Bali, Oppie Andaresta, Ketua Ikatan Keluarga Besar (IKB) Manggarai dan sekitar 80 orang Peserta.

Dalam sambutanya Ketua Umum HAKAN mengatakan bahwa HAKAN sudah banyak sekali melakukan gerakan untuk memperjuangkan Perubahan Undang-Undang Kewarganegaraan, agar anak tetap bisa memilih Kewarga Negaraannya tidak hanya dibatasi pada Usia 21 tahun, namun bisa dipanjangkan sampai Usia 26 tahun.
“Kami sudah dua kali hadir di Senayan dalam RDPU bersama Fraksi Golkar dan Komisi XIII menyampaikan Aspirasi, tetap satu atau single Nasionality, namun dengan berbagai fasilitas dari Negara untuk masa depan Yang lebih Baik untuk anak anak keluarga Antar Negara.Terkait aturan Naturalisasi, anak-anak ini seharusnya tetap dianggap sebagai Putra dan Putri Bangsa Indonesia, seandainya mereka ingin pulang kembali ke tanah air, agar prosesnya tidak panjang dimulai dari nol lagi”. Terang Analia Trisna.
Dia berharap Pemerintah menyiapkan ekosistem yang mendukung anak dari perkawinan campuran ini, tetap dipandang sebagai anak Indonesia pada umumnya, yang pulang untuk berkontribusi memajukan Negaranya yang sudah selesai mengenyam Pendidikan di luar Negeri.
“Semoga perjuangan ini berhasil masuk dalam Prolegnas Prioritas di tahun 2026, sekali lagi HAKAN tetap mengusung tunggal kebangsaan, satu kewarganegaraan Indonesia terutama untuk Anak Berkewarganegaraan Ganda Terbatas eks WNI agar aturannya lebih adaptif dan lebih baik lagi untuk anak-anak Kita”. Harapnya.
Ketua HAKAN Provinsi Bali mengatakan Tujuan dari kegiatan ini untuk, mempererat hubungan silathturahmi antara Keluarga HAKAN, menanamkan cinta tanah air sejak dini, sehingga anak-anak ini nantinya memahami budaya bangsa.
“Program jangka pendek memfasilitasi kehadiran mereka ketika kembali pulang, agar Pemerintah memperlakukan mereka bukan sebagai Warga Negara Asing murni. Karena anak-anak kami adalah asset bangsa, mereka memiliki darah Indonesia dan itu yang kami perjuangkan. Jadi Perjuangan HAKAN masih sangat panjang”.Ungkap Melany Dian Risiyantie.
Kegiatan yang diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya tersebut, selain menampilkan Dance Nusantara dari YPAC, Tarian Adat Caci khas Manggarai-Nusa Tenggara Timur (NTT), juga melaunching Youth HAKAN komunitas anak-anak muda dari keluarga Antar Negara yang berusia 17 tahun ke atas.
Concetta Marlina Marzano yang di pilih sebagai Ketua Youth HAKAN menyampaikan agar Hak-Haknya diterima sebagai Warga Negara Indonesia, sehingga dapat hidup dengan sejahtera, aman dan memiliki kepastian Hukum di Tanah Air.
“Perjuangan HAKAN adalah perjuangan kami, yaitu memberikan kemudahan Naturalisasi, Ijin Tinggal, Ijin Kerja, Pengelolaan Property, Investasi dan berbagai Hak lainnya, perjuangan ini bukan hanya tentang Dokumen dan Administrasi, melainkan mimpi dan masa depan kami dan tidak ada lagi Anak yang merasa Asing di Tanah Kelahirannya sendiri”. Tutupnya.
Adapun para Sponsor yang terlibat, Jasa Eka Legal, Mandalika Intercultural School, Melany and Partners Law Office, Dijon (shop, cafe, catering), Ivory Lux Haven, La Casa di Pasta, Sangam, La Pizzetta, Dulang Kafe, SAM (sukses abadi mesari), A. ,BIMC Hospital, Prapen Jewelry Artifacts, Kiddo, BPR Kanti, Manarai, Gosha Kitchen & Patisserie, Goemerot, Arena Bali, Bros Ina, Aldrin Family Annik Hartati & Tiziana Mandolang dan Yenny Scott Desy Wilson.
Selama empat jam acara berlangsung, para tamu undangan dan peserta yang hadir sangat menikmati rangkaian kegiatan ini, sebelum ditutup dengan sesi foto bersama, Ketua Umum beserta tamu VIP diberikan Cinderamata berupa selendang khas dari Manggarai-NTT.
(ARN)



















