Beranda / PEMERINTAHAN / Pengaspalan di Desa Cikahuripan Pakai Dana Bankeu Rampung Sebulan Sudah Rusak Tergerus Air, Warga Pertanyakan Kualitas

Pengaspalan di Desa Cikahuripan Pakai Dana Bankeu Rampung Sebulan Sudah Rusak Tergerus Air, Warga Pertanyakan Kualitas

KLAPANUNGGAL – BOGOR, MB1 II Pekerjaan pengaspalan (hotmix) jalan desa di desa Cikahuripan Kecamatan Klapanunggal Kabupaten Bogor, belum seumur jagung dibangun kini kondisinya sudah mulai rusak tergerus air hujan, pada Jumat, (26/12/25).

Kondisi rusaknya jalan lingkungan desa yang baru diaspal tersebut berlokasi di Kp. Palahlar RT.019 RW.008 itu banyak dikeluhkan warga sekitar.

Warga berpendapat, bahwa jenis aspal yang digunakan untuk jalan itu dituding berkualitas buruk, pasalnya, kata warga permukaan aspal mudah rontok seperti pasir. Warga juga menilai, ketebalan jalan aspal tersebut tidak merata, bahkan diprediksi tidak akan bertahan lama.

“Padahal baru sebulan dikerjakan sudah mulai rusak, sepertinya pakai aspal kualitas jelek. Sudah kualitasnya jelek, aspalnya pun banyak yang tipis,” kata warga kepada MB1, pada Jumat, (26/12/25) dilokasi.

Diketahui, pengaspalan jalan lingkungan desa tersebut menggunakan anggaran bantuan keuangan (Bankeu) Kabupaten Bogor 2025, terlihat spesifikasi dipapan proyek, Panjang jalan yang diaspal 202 meter, dengan Lebar jalan 2 meter dan Ketebalan aspal 0,03 meter, dengan nilai anggaran sebesar Rp. 80.044.000,-

Hasil Informasi yang dihimpun mediabhayangkarasatu.com bahwa proyek desa tersebut dikerjakan oleh pihak pemborong.

Saat dikonfirmasi MB1 ke-pihak pemborong yang mengerjakan proyek aspal desa Cikahuripan itu, pemborong lebih memilih bungkam dengan tidak menjawab pertanyaan wartawan terkait besaran anggaran Bankeu yang diterimanya dari pihak desa maupun jenis kualitas aspal yang digunakan.

Selain kualitas aspal yang diragukan, pelaksanaan kegiatannya pun dipertanyakan, dituding adanya pembohongan publik dalam informasi dipapan kegiatan proyek pengaspalan tersebut, pasalnya bukan dikerjakan secara swakelola.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan dari pihak pemdes Cikahuripan, atas buruknya kualitas aspal, ketebalan aspal yang tidak merata 0,03 meter, dan juga nilai yang diborongkan serta potongan 5 persen dari pagu anggaran untuk pelaksanaan swakelola.

 

 

 

(Red MB1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *