CILEUNGSI – BOGOR, MB1 II Darurat sampah yang terjadi di Wilayah Pemerintahan Kota Tangerang Selatan, dituding berdampak negatif bagi Pemerintahan Kabupaten Bogor, khususnya . Pasalnya sampah sampah yang menumpuk di berbagai tempat di wilayah Tangsel di distribusikan (dibuang) ke PT. Aspex Kumbong yang berada di Desa Dayeuh Kecamatan Cileungsi Kabupaten Bogor.
PT. Aspex Kumbong selaku pihak ke-3 yang disinyalir menjadi rekanan pihak Pemkot Tangsel untuk pengelolaan sampah yang masuk dari Pemkot Tangsel juga dipertanyakan terkait MOU kerjasama dan pengelolaannya.
Menurut informasi yang dihimpun awak media, keterangan narasumber (red-) sampah yang masuk ke PT. Aspek Kumbong dikelola dengan cara dibakar.
“iya sampahnya dibakar,” kata Narasumber (red-)
Sementara, Plt Kadis DLH Kabupaten Bogor, Teuku Mulya saat dikonfirmasi awak media terkait adanya sampah dari Pemkot Tangsel yang masuk ke Kabupaten Bogor, belum mengetahui samasekali terkait kerjasama (MoU) maupun pengelolaan pihak PT. Aspek Kumbong.
“Gak tahu, dan juga sama sekali tidak ada laporan, tidak ada koordinasi juga, ini tahunya juga dari media,” ujar Kadis DLH Kab Bogor.
Kadis DLH mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak kecamatan, untuk memverifikasi akan kebenaran adanya sampah – sampah yang masuk ke PT. Aspex Kumbong.
“kalau memang ke Aspek Kumbong seperti apasih perizinannya, juga pengelolaannya apa sudah ada atau belum perizinan dari kementrian LH, itu nanti kita kroscek,” kata Kadis.
Sementara, Camat Cileungsi saat dikonfirmasi terkait PT. Aspek Kumbong Terima pembuangan sampah dari Pemkot Tangsel tersebut mengatakan sedang mendalaminya.
“Ini sedang saya dalami, mohon sabar sebentar,” ujar Camat.
Menurut informasi yang dihimpun awak media, darurat sampah yang terjadi di Pemkot Tangsel, menjadi polemik di masyarakat Tangsel sendiri, pasalnya, warga sekitar TPA Cilowong melakukan protes untuk tidak membuang sampah di TPA Cilowong, karna belum adanya sosialisasi yang menyeluruh ke warga sekitar dan juga dampak lingkungan yang akan ditimbulkan, seperti limbah Air lindi dari sampah tersebut.
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie di Tangerang, dikutip Antara, Kamis (8/1/2026). Pemkot Serang menyetop sementara Sampah dari Tangsel karena ditolak warga.
Benyamin mengatakan pengalihan pembuangan sementara ke Cileungsi agar tak ada lagi adanya penumpukan sampah di dekat permukiman maupun ruang publik di Tangsel. Apalagi, pembuangan sampak ke TPAS Cilowong saat ini disetop sementara.
“Ke Cileungsi ini diambil untuk memastikan tidak ada tumpukan sampah di titik-titik pemukiman maupun ruang publik di Tangsel,” ucapnya.
Benyamin juga mengatakan sebanyak 200 ton sampah per hari akan dikirim ke Cileungsi selama 14 hari ke depan,” ujar Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie, dikutip Republika.
Diperkirakan, sampah dari Pemkot Tangsel yang masuk ke Cileungsi sebanyak 2.800 ton selama selama 14 hari sampah. Informasi tersebut, Pemkot Tangsel kedepannya akan diperpanjang menjadi 19 hari untuk pengiriman sampah ke Cileungsi.
Sementara, Warga Cileungsi Kabupaten Bogor mengeluhkan dan menolak keras adanya pengiriman sampah – sampah dari luar wilayah yang masuk ke PT. Aspex Kumbong Cileungsi.
“Kami tidak setuju kalau ada sampah dari luar daerah yang masuk ke wilayah Cileungsi karna, Cileungsi bukan untuk tempat pengiriman untuk buang sampah dari luar wilayah ke Cileungsi,” Tolak Warga Cileungsi.
Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui seperti apa kerjasama antara Pemkab Bogor dan Pemkot Tangsel untuk pengiriman sampah ke PT. Aspex Kumbong.
(Red MB1)
















