CILEUNGSI – BOGOR, MB1 II Tim Tipidter Bareskrim Mabes Polri menggerebek lokasi sarang pengoplosan gas elpiji bersubsidi di Kampung Kirab dan eks Hotel Garuda/lahan garapan, Desa Cileungsi Kidul, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Selasa malam (20/1/2026).
Dalam penggerebekan yang dilakukan sekitar pukul 22.00 WIB itu, polisi mengamankan ratusan tabung gas elpiji subsidi ukuran 3 kilogram dan tabung non-subsidi 12 kilogram. Tak hanya itu, sejumlah kendaraan operasional juga turut disita, di antaranya empat unit mobil pikap, satu unit mobil cold box, serta satu unit truk engkel bak terbuka yang terparkir di lokasi.

Warga sekitar menyebut lokasi tersebut bukan pemain baru. Aktivitas keluar-masuk tabung gas dalam jumlah besar disebut telah berlangsung lama dan kerap dilakukan pada malam hari. “Sudah lama mainnya hampir setiap malam, mobil angkut tabung keluar masuk,” ungkap salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Keterangan warga, pemilik usaha gas oplosan tersebut, Rangkuti, saat oprasi pihak kepolisian, belum bisa tertangkap.
Nama Rangkuti, mencuat sebagai sosok yang diduga mengendalikan praktik pengoplosan gas bersubsidi di lokasi tersebut. Namun ironisnya, saat penggerebekan dilakukan, sosok yang disebut-sebut sebagai bos besar mafia gas itu tidak berada di tempat dan hingga kini belum berhasil diamankan.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius di tengah masyarakat. Pasalnya, meski barang bukti ratusan tabung gas berhasil disita, aktor utama yang diduga paling bertanggung jawab justru raib tanpa jejak.
Lebih disayangkan lagi, hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian dari Tipidter Bareskrim Mabes Polri belum memberikan keterangan resmi. Upaya awak media untuk meminta penjelasan di lokasi penggerebekan tidak mendapat respons dari petugas.
Praktik pengoplosan gas elpiji bersubsidi bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi kejahatan serius yang merugikan negara dan membahayakan keselamatan masyarakat. Gas subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi warga kecil diduga diselewengkan demi keuntungan segelintir pihak.
Warga berharap aparat penegak hukum tidak berhenti pada penyitaan barang bukti semata, tetapi benar-benar membongkar jaringan di balik dugaan mafia gas oplosan yang selama ini disebut-sebut tumbuh subur dan terkesan tak tersentuh hukum di wilayah Cileungsi.
(Red MB1)



















