JAKARTA SELATAN, MB1 II Hal ini di sampaikan oleh KAPERWIL DKI Jakarta Bapak Ahmad Rizal di sela-sela undangan dan kunjungannya ke sebuah sekolah di Jalan Kali Inspeksi Tanah Kusir Jakarta Selatan pada hari Rabu tanggal, (11/02/2026).
Menurut Kaperwil Wilayah DKI Jakarta, Bapak Ahmad Rizal, bahaya pembulian (bullying) di sekolah sangat serius, berdampak buruk bagi korban, pelaku, dan saksi, baik secara fisik maupun mental.
“Dampak utamanya meliputi gangguan kecemasan berat, depresi, penurunan drastis prestasi akademik, trauma jangka panjang (PTSD), hingga risiko bunuh diri. Korban sering mengalami penurunan rasa percaya diri, insomnia, dan menarik diri dari lingkungan sosial,” jelasnya Kaperwil DKI Jakarta ini.

Dirinya juga menyebutkan rincian bahaya pembulian di sekolah diantaranya :
Dampak Bagi Korban :
• Kesehatan Mental: Gangguan kecemasan, depresi, merasa tidak berharga, takut berlebihan, dan keinginan untuk menyakiti diri sendiri.
• Akademik & Sosial: Tidak semangat sekolah, penurunan prestasi, sulit konsentrasi, dan sering mengisolasi diri.
• Fisik: Luka fisik, sakit kepala, sakit perut, dan gangguan tidur (insomnia/mimpi buruk).
Dampak Bagi Pelaku :
• Perilaku: Cenderung agresif, berisiko melakukan tindakan kriminal atau penyalahgunaan zat terlarang saat dewasa.
• Sosial: Kurang empati, kesulitan membangun hubungan sehat, dan risiko dikeluarkan dari sekolah.
Dampak bagi Saksi (Bystanders) :
• Psikologis: Merasa tidak aman, takut menjadi korban berikutnya, merasa bersalah karena tidak membantu, dan meningkatkan risiko masalah mental.
Dampak Jangka Panjang :
• Efek perundungan, seperti depresi dan trauma, dapat bertahan hingga dewasa.
Bapak Ahmad Rizal menekankan bahwa Pentingnya bagi lingkungan sekolah, guru, dan orang tua untuk bertindak aktif dalam pencegahan dan penanganan kasus bullying.
Dirinya pun berharap Pihak Sekolah dan Wali murid serta seluruh Siswa terhadap kasus Bullying tidak terjadi lagi di tiap sekolah – sekolah baik dari tingkat SD, SMP dan SMA.
“Kedepannya agar tidak ada lagi kasus buli dan perundingan di lingkungan sekolah, lebih-lebih ini sudah mau memasuki bulan Ramadhan,” tutup Keperwil MB1 Wilayah DKI Jakarta, Bapak Ahmad Rizal
(Red MB1/Tim DKI)


















