BELITUNG, MB1 // Telah berlangsung kegiatan Dialog Publik Menuju Pariwisata yang Sukses dengan Semangat Hari Kebangkitan Nasional yang ke-118 Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Masyarakat Peduli Belitung (MPB) Di Desa Keciput, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Sabtu (30/05/2026).
Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Belitung Syamsir, S.I.Kom, Sekda Kab.Belitung H.Marzuki, S.IP, Kanit Binmas Polres Belitung Iptu Rizki Ivansyah, Mantan Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Ir. Suryadi Saman, Ketua Masyarakat Peduli Belitung : Drs.H.Abdul Hadi Ajin, Tokoh MPB/ Ayah Kandung Wagub Babel Mukhdie Syafi’e, Sekretaris MUI Belitung Huniyadi Belia, Mantan Bupati Belitung H.Sahani Saleh, S.Soa, Ketua Pelaksana Dialog Publik Marwansyah, Sekertaris MPB Sabriansyah, Ketua Komite Reformasi Belitung untuk Perubahan Soehadi Hasan, Kades Keciput Pratiwi Perucha, S.Si, Beserta para tamu undangan lainnya terdiri dari para pelaku pariwisata di Tg Kelayang seluruhnya berjumlah 100 orang.
Ketua Masyarakat Peduli Belitung, Abdul Hadi Ajin, mengatakan, seluruh para tamu undangan yang hadir dalam kegiatan ini. Alhamdulillah pada pagi hari ini kita bisa berkomunikasi.
”Mengapa kami melaksanakan dialog publik ini dengan judul menuju pariwisata yang sukses. Pariwisata sudah sukses di Belitung namun ada yang tidak sukses, salah satunya di Tanjung Kelayang ini, dengan semangat Harkitnas ke-118 maka mari kita bangun pariwisata yang sukses tidak gagal,” ujar Abdul Hadi.
”Tanjung Kelayang ini adalah monumen kegagalan sebelumnya, setelah diresmikan oleh Wapres Soedarmono tiga Menteri dan tiga Gubernur hasilnya masih gagal, Tanjung Kelayang ini menyisakan masalah, alhamdulilah kita bisa berjuang di pengadilan dapat 4 hektare di wilayah Tg Kelayang,” sambung Abdul Hadi.
Pariwisata adalah sektor unggulan pasca timah, pariwisata tidak boleh setengah-setengah dan harus melibatkan masyarakat, masyarakat jangan dijadikan objek harus jadi subjek, kita evaluasi dari bupati Belitung periode sebelumnya, kalau kepemimpinan dulu salah jangan diulangi lagi, agar pariwisata Belitung sukses ke depannya, inilah niat MPB, bukan kami ingin jadi provokator dan bukan penentang Djoni Alamsyah, saya dulu tim sukses terselubung Djoni Alamsyah, jadi tidaklah mungkin kami besakat jadi kami akan bertanggungjawab mensukseskan kepemimpinan beliau, jadi kalau ada di luar mengatakan ini kepentingan politik itu berbohong, saya sudah umur tua. Kemarin saya dipanggil oleh Tim Hukum Hambalang untuk membicarakan Belitung tapi kami tidak ada niat mencelakakan Belitung kami ingin menegakkan hukum demi masyarakat, saya ingin klarifikasi di sini yang di luar mengatakan saya orang keras, saya peduli Belitung dan kami membantu pemerintah. Saya sudah bersurat ke DPRD Belitung dua kali bertemu namun sampai hari ini tidak ada tanggapan, dan saya minta catat itu semua dan jangan dipilih lagi wakil rakyat itu, tidak ada empati kepada masyarakat, mereka digaji rakyat masa perlakuan mereka seperti ini ke kita.
Ada yang takut dengan dialog ini karena ade intervensi dari investor, Kalau masih seperti ini tidak akan maju Belitung.
Dialog ini ada aspirasi yang ingin disampaikan oleh masyarakat berkaitan dengan KEK, sudah ada surat peringatan atas lambatnya pembangunan KEK namun, sampai hari ini tidak ada pembangunan yang dibangun. Masalah KEK ini sudah sampai ke Presiden dan Presiden tahu sudah gagal jika tidak dibenahi dan tidak ada target maka harusnya pengelola diganti. Kami tidak anti investasi, kami dukung KEK namun KEK jangan seperti mafia harus bertanggungjawab.
Kemudian aspirasi dari pedagang di Tg Kelayang yang terancam di relokasi.
Kemudian Dialog ini juga membahas masalah soal kawasan PT. Ranati di Tg Tinggi yang terancam privatisasi.
Seluas 4 Hektare lahan di Tg Kelayang hak guna jangan diberikan kepada investor. Karena hampir seluruh lahan di Tg Kelayang sudah mili.
(Andi M/Red)


















