Beranda / UMUM / Yayasan Riau Mengaji laksanakan kegiatan Safari Dakwah Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H

Yayasan Riau Mengaji laksanakan kegiatan Safari Dakwah Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H

BELITUNG, MB1 // Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Yayasan Riau Mengaji laksanakan Rood Show Safari Dakwah di wilayah Kabupaten Belitung dan Belitung Timur di 18 titik meliputi Masjid, Surau dan Sekolah, kegiatan Safari Dakwah tersebut mengusung Tema “Merajut Ukhuwah, Meningkatkan Kualitas Ibadah” dengan Penceramah Ustadz Achmad Zaki Mirza, LC, Sabtu (13/06/2026).

Hadir dalam kegiatan Ketua Masjid Jami Al Mabrur, KA.Gopan, didampingi Imam Besar Masjid Jami Al Mabrur, Ustadz KA Faisal Uspadiari serta Para Pengurus Masjid, Pengurus Yayasan Riau Mengaji, para Jama’ah dan Ibu-ibu Majelis Taklim Masjid Agung Al Mabrur.

Acara dibuka oleh Pimpinan Rombongan Yayasan Riau Mengaji, Ust.Ilham Maulana, dengan kata sambutan pembuka disampaikan Imam Besar Masjid Jami Al Mabrur, Ustadz KA Faisal Uspadiari, dalam hal ini menyampaikan Ucapan salam dan sholawat kepada baginda Nabi Besar Muhammad Sholallahu Alaihi Wassalam.

“Kehadiran kita disini, malam hari di ba’da isya ini, adalah karena rasa cinta dan ketaatan kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Insya Allah, selanjutnya nanti, dimana guru kita, Ust. Achmad Zaki Mirza, LC, akan menyampaikan tausiyah tentang bagaimana cara kita mencintai Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” ujarnya.

Ust. Achmad Zaki Mirza, LC, dalam tausiyahnya menyampaikan bahwa saja Baginda rasulullah dalam salah satu hadistnya yang Shahih, bahwa saja siapa hamba- hambanya yang mulia dimata Allah Subhanahu Wa Ta’ala, adalah umatnya yang menjalankan 7 amalan, yakni Sholat Sunnah Rawatif, Membaca Al Qur’an, Solat Duha, Zikir Pagi dan Petang, Bersedekah secara Rutin, Istiqfar da Bertaubat dan menjaga Wudhu.

Ust. Achmad Zaki Mirza, LC, juga menyampaikan bahwa saja sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak melihat apa jabatan, bagaimana bentuk Wajah, bagaimana penampilan, bagaimana bentuk tubuh semua umatnya yang selalu diperhatikan Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah tentang bagaimana hati umatnya dan perbuatan baik setiap hambanya, Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan selalu perhatikan, selalu nilai, disepanjang hidup umatnya, tentang hati dan amal baik yang diperbuat umatnya.

Selanjutnya Ust. Achmad Zaki Mirza, LC, juga menjelaskan terkait acara yang dilaksanakan, yakni dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam, yang lebih dikenal nama bulannya yaitu bulan Muharram, menyangkut Tahun Baru Islam tentunya tidak akan pernah lepas dari satu momen, satu kisah, satu kejadian, dimana Baginda Rasulullah lakukan hijrah dari kota Mekah ke Kota Madinah.

Beliau juga mengatakan bahwa saja hadirnya Yayasan Riau Mengaji merupakan program Safari Dakwah di beberapa masjid, Surau dan sekolah di wilayah kabupaten Belitung dan Belitung Timur, dan setelahnya nanti akan berlanjut ke wilayah Pulau Bangka, ini semua adalah agar sesama umat mudlim harus saling mengingatkan, karena itu adalah kewajiban, saling memberi nasehat, dalam urusan kebaikan, kesabaran serta keikhlasan.

“Ternyata terlalu bodoh diri kita ini, dimana sepanjang hidup, selalu bertanya dalam hati kita masing-masing, tentang Kapan kematian akan datang kepada kita, ini sebenarnya pertanyaan yang tidak perlu dipertanyakan, bahkan tidak perlu dijawab, kenapa, jelas urusan kematian itu adalah urusan terbaik, Allah Subhanahu Wa Ta’allah, ada banyak rahasia, diantara yang paling rahasia itu adalah terkait kematian, tenrunya siapapun diantara banyaknya umat muslim, tidak akan pernah tahu hal ini,” ujarnya.

“Diera Digital saat ini membaca Qur’an menggunakan Hand Phone, hukumnya boleh dan sah-sah saja, tapi pahalanya tidak sebesar pahala membaca Qur’an melalui Mushaf, coba kita hitung bagaana jika kita bersedekah Mushaf Qur’an yang selalu dibaca tiap waktu, tiap saat oleh para santri penghafal Qur’an, pahala yang ada tidak akan putus buat siapa saja umat muslim yang bersedekah Mushaf,” pungkasnya.

Namun Sedekah lain juga baik, yang paling dihitung bukan besar sedekahnya tapi bagaimana niat sedekah tersebut dilaksanakan secara istiqomah.

 

 

(Andi M/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *