Beranda / UMUM / Listrik Hanya 6 Jam, BAMUKISST : PLN Tak Gubris Permintaan Warga Siladen ?

Listrik Hanya 6 Jam, BAMUKISST : PLN Tak Gubris Permintaan Warga Siladen ?

MANADO – SULUT, MB1 // Kendati masuk teritori administrasi Kota Manado, namun warga yang domisili di Pulau Siladen hanya menikmati listrik selama 6 jam. Sebab mesin PLTD yang dioperasikan PLN Cabang Manado di Siladen hanya berlangsung pukul 16.00-24.00 WITA.

“Jadi, mesin hanya dioperasikan sore hkngga tebgah malam. Sepanjang siang pun tidak ada listrik,” sebut Alfeyn Gilingan, Sekretaris Umum PB BAMUKISST (Badan Musyawarah Kekeluargasn Indonesia Sangihe Sitaro Talaud) kepada wartawan di Manado, Selasa (28/7/2026).

Menurut Alfeyn, pihak PLN Suluttenggo maupun Cabang Manado cenderung abai pada aspirasi warga diaspora Nusa Utara yang domisili di pesisir Manado. Padahal sejak tahun 2023 warga sudah berkali-kali melayangkan permohonan agar dapat menikmati listrik sepanjang malam.

“Namun permintaan warga belum digubris pihak PLN Suluttenggo. Informasi berupa pemberitahuan pun, sampai saat ini belum pernah disampaikan PLN Suluttenggo,” sebut Alfeyn.

Lebih lanjut Alfeyn mengatakan, jangankan menenuhi permintaan warga Siladen, rencana PLN Suluttenggo sejak tahun 2020 menjadikan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Siladen menjadi pilot project digitalisasi pembangkit listrik di Kota Manado belum ada reakisasi.

“Rencana itu, rupanya hanya sebatas bualan belaka. Warga diberi janji-janji manis namun sampai saat ini, kenyataannya belum ada realisasi,” ujar Alfeyn.

Menurutnya, warga sudah berulang kali melayangkan permintaan agar PLTD di pulau Siladen tambah jam operasional sehingga listik daoat dinikmati selama 12 jam. Apalagi, Siladen merupakan selasatu titik destinasi wisata. Listrik sangat urgen. Bukan hanya untuk menerangi rumah setiap keluarga tetapi untuk kepentingan usaha wisata.

Ikhwal situasi terang listrik di pulau Siladen hanya pukul 18.00-24.00 WITA memang dirasakan awak sulut24.com. Selama dua malam berada di pulau yang berjarak sekitar 8 mil laut dari Manado itu, Pulau Siladen nemang gelap gulita di atas pukul 24.00 WITA. ‘’Di sini listrik hanya sampai jam 12 pak,’’ kata sejumlah warga.

Soal permintaan warga Siladen kepada PLN Suluttenggo agar dapat menikmati listrik 24 jam, ternyara sudah disampaikan sejak tahun 2023. Bahkan permintaan tersebut diberitakan sejumlah oleh media.

Waktu itu, Yenny Pontoh (47) mewakili masyarakat Pulau Siladen. Ia mengharapkan di Pulau Siladen ada penerangan listrik pada malam dan siang hari selama 24 jam.

‘’Di Pulau Siladen, listrik hanya 6 jam menyala. dari jam 18.00 Wita sampai 24.00 Wita, kami mempunyai kerinduan untuk bisa 24 jam menyala,” harap Yenny sebagaimana pernah diberitakan detikmanado.com edisi 2 November 2020 lalu.

Nyatanya, sampai sekarang warga pulau Siladen tetap menikmati listrik selama 6 jam. Artinya, permintaan Yenny tidak direspon PLN Suluttenggo. “Kami masyarakat Pulau Siladen merindukan listrik 24 jam. Di wilayah darat bisa menikmati listrik sepanjang siang dan malam, kenapa kami di Pulau Siladen tidak,” keluh Yenny waktu itu.

Sejumlah warga yang ditemui mengatakan, jika listrik belum bisa selama 24 jam, PLN dapat melakukannya secara bertahap. Dari hanya 6 jam menjadi 12 jam atau dari pukul 18.00-06.00 WITA.

‘’Mana mungkin PLN tidak dapat memenuhi permintaan ini,’’ ujar Nova Aletha seraya berharap, permintaan warga Pulau Siladen turut diperhatikan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut.

 

 

(Johanis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *