KOTA MANADO, MB1 // Di tengah dinamika kehidupan, selalu ada sosok-sosok muda yang memilih untuk mengabdi, bukan sekadar hadir. Salah satunya adalah Irfan Yusuf, seorang pribadi yang dikenal memiliki integritas, kerendahan hati, serta semangat melayani yang tumbuh dari nilai-nilai keluarga dan kehidupan yang dijalaninya.
Kepercayaan yang diberikan kepada Irfan Yusuf untuk menjadi salah satu pengurus DPP Komunitas Masyarakat Nusa Utara Indonesia (KMNU-I) bukanlah sebuah kebetulan. Kehadirannya merupakan bagian dari semangat besar masyarakat diaspora Nusa Utara yang tetap menjaga ikatan batin dengan tanah leluhur, budaya, serta nilai-nilai kebersamaan yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Irfan Yusuf memiliki ikatan yang sangat erat dengan keluarga besar Nusa Utara. Melalui istrinya, Deysi Walo, yang merupakan cucu dari almarhum Zeth Walo, ia menjadi bagian dari keluarga yang telah lama dikenal memberikan pengabdian tulus bagi masyarakat Nusa Utara.Hal tersebut di paparkan oleh Ridy Maniku SE , Wakil Ketua DPP KMNU-I. Bertempat di daseng pantai Karangria Jumat, (31/7/2026)
Masih kata Ridy Maniku, Almarhum Zeth Walo dikenang sebagai salah satu putra terbaik Nusa Utara. Semasa hidupnya, beliau dikenal sebagai pribadi yang murah hati, bijaksana, dan selalu hadir bagi siapa saja yang membutuhkan pertolongan. Pengabdiannya kepada masyarakat meninggalkan jejak yang masih dikenang hingga hari ini. Nilai-nilai ketulusan, kepedulian, dan semangat melayani itulah yang menjadi warisan moral yang sangat berharga.
Deysi Walo sendiri dibesarkan langsung oleh sang opa sejak masih bayi. Dari kasih sayang, didikan, dan teladan almarhum Zeth Walo, tumbuh karakter yang kuat dalam keluarga. Nilai-nilai luhur tersebut kemudian menjadi bagian dari kehidupan rumah tangga yang dibangun bersama Irfan Yusuf. Tidak mengherankan jika banyak orang melihat bahwa semangat pengabdian, kepedulian terhadap sesama, serta rasa tanggung jawab sosial yang dahulu melekat pada almarhum Zeth Walo kini turut terpancar dalam diri Irfan Yusuf. ” Ujar Maniku.
Bergabungnya Irfan Yusuf dalam kepengurusan DPP KMNU-I bukan hanya memperkuat organisasi dengan hadirnya sosok muda yang berintegritas, tetapi juga menjadi simbol bahwa estafet pengabdian tidak pernah terputus. Semangat para pendahulu terus hidup melalui generasi penerus yang memilih untuk berkarya, melayani, dan mengabdi dengan hati.
Semoga langkah Irfan Yusuf bersama DPP KMNU-I menjadi inspirasi bagi generasi muda Nusa Utara, bahwa warisan terbaik bukanlah harta benda, melainkan nama baik, ketulusan, kepedulian, dan dedikasi untuk membangun persaudaraan. Sebab, ketika nilai-nilai luhur diwariskan dan dijaga dengan sepenuh hati, maka cahaya pengabdian akan terus menerangi perjalanan masyarakat Nusa Utara dari generasi ke generasi.” Kata Yusak Walo Penggagas terbentuknya komunitas masyarakat Nusa Utara Indonesia ( KMNU-I) bertempat Di Sekretariat kawasan Pelabuhan Manado kelurahan wenang Utara Jumat (31/7/2026), Sore.
Terpisah Medy Pangimangen warga kelurahan Kombos Barat kecamatan Singkil kota Manado yang berasal dari Kampung Dagho kecamatan Tamako mengatakan sosok Irfan Yusuf dalam kehidupan setiap hari sangat rendah hati dan selalu hadir bagi siapa saja yang membutuhkan pertolongan di kelurahan Kombos Barat, bukti nyata dari Irfan Yusuf membantu keluarga yang berduka cita. berupa Air mineral dan lain – lain.
Bantuannya tampak memandang perbedaan agama dan tampak melihat latar belakang Sosial tapi Sosok Irfan Yusuf, Kepedulian bantuan yang di berikan murni untuk menolong sesama manusia,” Ucap Medi Pangimangen dan di iyakan oleh istrinya Yuni Hana bertempat di kediamannya kelurahan Kombos Barat Lingkungan 1, Jumat (31/7/2026).
(Johanis)



















