Beranda / PERISTIWA / Tiga Puskesmas Kecamatan Rilis Data Kualitas Udara Zona Tidak Sehat

Tiga Puskesmas Kecamatan Rilis Data Kualitas Udara Zona Tidak Sehat

TANJAB BARAT – JAMBI, MB1 // Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan semakin mengancam kesehatan masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Tiga Puskesmas di wilayah berbeda merilis hasil pengukuran kualitas udara pada Jumat, 28 Agustus 2026, dan semuanya menunjukkan angka yang mengkhawatirkan — Suban masuk kategori Sangat Tidak Sehat, sementara Pelabuhan Dagang dan Lubuk Kambing bertahan di zona Tidak Sehat.

SUBAN — PM 2.5 Tembus 205 ug/m³, Hampir Masuk Zona Berbahaya.

UPT Puskesmas Rawat Inap Suban — Pukul 10.00 WIB.

Parameter Dalam Gedung Luar Gedung

PM 2.5 192 µg/m³ 205 µg/m³

PM 10 245 µg/m³ 263 µg/m³

Status SANGAT TIDAK SEHAT – SANGAT TIDAK SEHAT

Seluruh populasi dapat mengalami efek kesehatan yang serius. Angka di dalam gedung tetap mencapai 192 µg/m³ — asap sudah meresap ke mana-mana, bahkan ke ruangan tertutup

PELABUHAN DAGANG — Tetap TIDAK SEHAT, Belum Ada Perbaikan

Puskesmas Rawat Inap Pelabuhan Dagang — Pukul 10.10 WIB

Parameter Dalam Gedung Luar Gedung

PM 2.5 68 µg/m³ 83 µg/m³

PM 10 113 µg/m³ 138 µg/m³

Status – TIDAK SEHAT (Populasi Sensitif) TIDAK SEHAT (Populasi Sensitif)

Angka belum turun signifikan. Pencemaran udara dapat menimbulkan efek pada populasi sensitif — anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita asma dan penyakit jantung.

LUBUK KAMBING — Naik Menuju SANGAT TIDAK SEHAT

Puskesmas Rawat Inap Lubuk Kambing — Pukul 10.00 WIB

Parameter Dalam Gedung Luar Gedung

PM 2.5 98 µg/m³ 74 µg/m³

PM 10 241 µg/m³ 154 µg/m³

Status SANGAT TIDAK SEHAT – TIDAK SEHAT.

Kepala Puskesmas Lubuk Kambing, Mike Safira, menyampaikan bahwa angka di dalam ruangan justru lebih tinggi dibanding luar — tanda asap sudah masuk ke dalam pemukiman. Warga diminta ekstra waspada.

FAKTA YANG SAMA DI SEMUA WILAYAH:

1. Asap sudah masuk ke dalam rumah — angka di dalam gedung tetap tinggi di ketiga lokasi

2. PM 2.5 & PM 10 sama-sama tinggi — partikel halus yang paling berbahaya bagi paru-paru

3. Belum ada penurunan signifikan — artinya api di Renah Mendaluh & Batang Asam belum benar-benar padam

4. Suban paling parah — hanya selangkah lagi menuju zona Berbahaya (≥301 µg/m³)

Tiga wilayah berturut-turut menunjukkan angka yang terus tinggi dan memburuk. Kini sudah mengancam kesehatan nyata ribuan warga.

 

 

(DMW)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *