PANGKALPINANG, MB1 // Aksi Koalisi Sipil untuk Keadilan Ekologis di Gedung DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berlangsung aman, tertib dan kondusif.
Untuk mengamankan jalannya aksi, Polresta Pangkalpinang mengerahkan 230 personel gabungan bersama jajaran Polda Kepulauan Bangka Belitung. Pengamanan melibatkan personel Brigade Mobil (Brimob) dan Samapta Polda Babel, Senin (21/09/2026).
Kapolresta Pangkalpinang, Kombes Pol. Indra Wijatmiko, mengatakan seluruh rangkaian pengamanan berjalan lancar tanpa kendala berarti.
“Alhamdulillah, puji Tuhan, untuk pengamanan aksi hari ini aman dan lancar sekali, tidak ada kendala,” kata Indra kepada awak media seusai apel pembubaran pasukan pengamanan.
Menurut Kombes Pol Indra, pihak kepolisian memberikan ruang kepada peserta aksi untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka. Aspirasi tersebut juga diterima dengan baik oleh pihak yang menjadi tujuan penyampaian massa.
“Saya sukanya teman-teman di luar sana bisa menyampaikan aspirasinya ke dalam, ya, dan diterima juga dengan baik,” ujarnya.
Dalam pengamanan aksi, Polresta Pangkalpinang menerapkan pola pengamanan terbuka dan tertutup. Pengamanan terbuka dilakukan dengan menempatkan personel berseragam di sejumlah titik, sedangkan pengamanan tertutup melibatkan personel Satuan Intelijen dan Keamanan (Satintelkam) serta Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim).
“Ada terbuka, ada tertutup. Intinya semua lancar,” kata Indra.
Ia menegaskan, penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak setiap warga negara yang dijamin dalam kehidupan demokrasi. Namun, hak tersebut harus dijalankan dengan tetap memperhatikan ketertiban dan aturan yang berlaku.
“Silakan menyampaikan aspirasi karena merupakan hak warga negara. Karena kita ada keterbukaan, tapi yang penting sesuai koridor yang ditetapkan,” ujarnya.
Indra menekankan agar peserta aksi tetap menjaga ketertiban, tidak melakukan tindakan anarkis, serta tidak merusak fasilitas maupun lingkungan selama menyampaikan aspirasi.
“Tertib, tidak anarkis, dan tidak ada perusakan di lingkungan pada saat demo,” tegasnya.
Usai apel pembubaran pasukan pengamanan, personel kepolisian juga dikerahkan untuk membantu membersihkan area sekitar Gedung DPRD Babel bersama peserta aksi.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan dan memastikan kondisi lingkungan di sekitar lokasi aksi kembali tertata setelah kegiatan berakhir.
(RED MB1)



















