KOTA BEKASI, MB1 // Polres Metro Bekasi Kota menggerebek gudang penimbunan BBM jenis solar bersubsidi di Jalan Raya Kranggan Hankam 37A Jatisampurna Kota Bekasi, pada Senin, (13/10/2026).
Dalam operasi membongkar praktik dugaan penimbunan solar subsidi skala besar ini, didalam gudang pihak polisi menemukan sejumlah kendaraan yang diduga digunakan untuk aktivitas penimbunan dan distribusi BBM bersubsidi.
Pengungkapan berawal dari laporan masyarakat dan kemudian pihak kepolisian langsung melakukan pengintaiaan intensif yang dilakukan oleh tim di lokasi.
Dilokasi, polisi berhasil mengamankan kendaraan roda 4 dan roda 2, diantaranya, Avanza Hitam B 1208 UOC dan B 1930 KFL. Toyota Dyna Merah H 9535 Qg dan B 9271 CXS. Toyota Dyna Biru Tua D 8603 VZ. Toyota Vios Putih B 1165 YM. Mitsubishi 110 Ps Kuning B 8988 EA. Toyota Kijang Innova Reborn Hitam B 1744 DYQ. Truk Tangki BBM B 9063 TMY. Sepeda Motor Yamaha Merah BK 2609 FLU. Honda Vario R 6158 AGB dan Honda Verza B 3859 TWF. Yamaha Matic Soul Tanpa Nomor Polisi.
Kapolsek Jatisempurna, IPTU Musanif Membenarkan adanya penggerebekan digudang penimbunan solar ilegal di wilayah kerjanya itu.
“Iya Benar, Dari Pukul 13.00 Wib sampai malam” Ujar Kapolsek Jatisempurna Kepada Awak Media (14/10/2026).
Musanif juga mengatakan, bahwa saat ini ditanggani oleh pihak polres metro kota bekasi.
Berdasarkan informasi yang di himpun, sejumlah nama perusahaan logisatik setempat dikaitkan dalam jaringan dugaan distribusi solar subsidi ilegal tersebut di beberapa wilayah pun turut diketahui akhirnya yang salah satunya PT. SRI KARYA LINTASSINDO, anak dari PT. Sri Karya Sukses adibawah Sri Karya Grup yang bergerak dibidang transaportasi, logistik dan forwarding dengan kantor pusatnya berada di bintara jaya bekasi barat.
Perusahaan tersebut sebelumnya sempat menjadi sorotan dalam kasus dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi di jawa timur.
Awak media masih berupaya mengkonfirmasi polres metro bekasi kota terkait jumlah tersangka maupun total barang bukti pidana jenis BBM solar bersubsidi yang diamankan.
Publik masih menunggu hasil pendalaman terkait pemilik guidang dan alur distribusi BBM tersebut.
(RED)


















