BELITUNG, MB1 // Dalam rangka memperingati Bulan Bahasa Tahun 2026, Perpustakaan Pustaka Pelangi MTsN 1 Belitung menyelenggarakan Lomba Cerita Rakyat Belitong, Selasa (27/10/2026).
Bertempat di Aula MTsN 1 Belitung. Kegiatan ini menjadi wujud nyata upaya madrasah dalam menumbuhkan kecintaan siswa terhadap bahasa, sastra, dan kekayaan budaya lokal.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala MTsN 1 Belitung, Yurliana, S.H., dan dihadiri oleh Pengawas Bina Madrasah, Kepala Tata Usaha, para guru, tenaga kependidikan, serta seluruh siswa MTsN 1 Belitung. Kehadiran seluruh warga madrasah menunjukkan semangat dan dukungan yang kuat terhadap pelestarian budaya daerah melalui jalur pendidikan.
Dalam sambutannya, Yurliana menegaskan bahwa lomba ini merupakan bagian dari komitmen madrasah untuk mengembangkan budaya literasi sekaligus melestarikan kearifan lokal di kalangan peserta didik.
“Cerita rakyat bukan sekadar kisah yang diwariskan turun-temurun, melainkan mengandung nilai moral, kearifan, dan identitas budaya yang penting dikenalkan kepada generasi muda. Saya berharap melalui kegiatan ini, anak-anak kita semakin mencintai bahasa dan budaya daerahnya,” ujarnya.
Yurliana juga berharap Bulan Bahasa menjadi momentum untuk meningkatkan literasi, mengembangkan kreativitas, dan membentuk generasi madrasah yang berkarakter serta bangga terhadap identitas budayanya. Ia menyampaikan apresiasi kepada Perpustakaan Pustaka Pelangi, panitia, dewan juri, dan seluruh pendukung, serta berharap kegiatan serupa dapat terus berjalan secara berkelanjutan.
Lomba ini diikuti utusan dari setiap kelas — masing-masing beranggotakan satu putra dan satu putri — yang membawakan cerita rakyat Belitong yang telah ditentukan. Para peserta tampil memukau dengan kemampuan bertutur, penghayatan, ekspresi, serta kreativitas dalam penampilan, lengkap dengan aksesori yang mendukung suasana cerita.
Untuk menjaga objektivitas, panitia menghadirkan dewan juri yang kompeten dari unsur Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Belitung, Lembaga Adat “Berandun”, serta guru Bahasa Indonesia MTsN 1 Belitung. Keterlibatan lintas unsur ini diharapkan dapat memperkaya apresiasi terhadap cerita rakyat sebagai warisan budaya yang tak ternilai.
Melalui Lomba Cerita Rakyat Belitong ini, Perpustakaan Pustaka Pelangi MTsN 1 Belitung berharap kegiatan ini menjadi momentum yang berharga untuk memperkuat budaya literasi, menumbuhkan keberanian dan kreativitas siswa, serta menanamkan rasa bangga dalam melestarikan warisan budaya lokal kepada generasi mendatang.
(RED MB1)



















