SANGIHE – SULUT, MB1 // Pemerintah melalui kementerian pendidikan dasar dan menengah ( kemendikdasmen) terus mendorong revitalisasi SMK serta program unggulan untuk menciptakan lapangan kerja baru dan mencetak tenaga kerja siap pakai khususnya di bidang Kemaritiman, Teknologi Dan Agrobisnis.
Sementara itu, Kepala SMK Negeri Tabukan Utara, Jevery Paat S.Pd saat ditemui wartawan media ini bertempat di ruang kerjanya memaparkan, Sekolah ini memiliki beberapa jurusan di bidang keahlian diantaranya : Teknikal Kapal Penangkap Ikan (TK PI), Nautika Kapal Penangkap ikan ( NKPI ) dan teknik komputer dan Jaringan (TKJ). Kemudian untuk program pengembangan sekolah dan pembelajaran, peserta didik di sekolah ini praktik kerja industri (prakerin/ PKL) di terjunkan pada dunia industri dan instansi terkait,” ujar kepsek, Rabu, (28/10/2026).
Masih kata Kepsek, sekolah ini menerapkan kompetensi dan UKK sebagai indikator standart kelulusan bagi para siswa. “Karena itu bahwa program sekolah ini di bidang keahlian menciptakan lapangan kerja bagi para siswa yang lulus. Pasalnya mereka telah di bekali dengan berbagai ketrampilan, ” Pungkasnya.
Terpisah, Ramon Wowor dikenal sebagai wartawan senior mantan Dewan Kehormatan persatuan wartawan Indonesia (PWI) Sulut, kesehariannya sebagai pemerhati pendidikan di Sulawesi Utara mengatakan, bahwa tujuan utama dari sekolah menengah kejuruan (SMK) adalah untuk mempersiapkan peserta didik agar menjadi tenaga kerja tingkat menengah yang terampil dan memiliki kompetensi spesifik sesuai dengan kebutuhan dunia industri dan dunia kerja.
Karena itu lulusan sekolah menengah kejuruan telah dibekali dengan keahlian, pengetahuan, ketrampilan dan profesional agar dapat memasuki lapangan kerja dan melanjutkan ke perguruan tinggi.
“Karena itu sebagai bentuk apresiasi terhadap SMK Negeri Tabukan Utara yang berada di wilayah Kepulauan 3 T (tertinggal, terdepan dan terluar) di kabupaten Kepulauan Sangihe yang menerapkan program kurikulum di bidang keahlian teknik kapal penangkap ikan, intinya mencetak Sumber daya manusia ( SDM) yang kompeten,” ucap Wowor.
(Johanis)


















