Beranda / PEMERINTAHAN / KMNU-I Hadir Dengan Terhormat di Ruang RDP DPRD Sulawesi Utara

KMNU-I Hadir Dengan Terhormat di Ruang RDP DPRD Sulawesi Utara

MANADO – SULUT, MB1 // Ketika Suara Rakyat Didengar, Ketika Perjuangan Menghasilkan Keputusan. Ada perjuangan yang tidak membutuhkan teriakan untuk menunjukkan keberanian. Ada kehormatan yang tidak harus dibuktikan dengan kekuasaan. Cukup dengan berdiri tegak, membawa aspirasi, dan memperjuangkan hak masyarakat yang selama ini mengharapkan keadilan.

Hari ini, 12 November 2026, KMNU-I (Komunitas Masyarakat Nusa Utara Indonesia) hadir dengan penuh kehormatan di ruang Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Provinsi Sulawesi Utara, PT Pelindo Pelabuhan Manado, dan KSOP Manado.

KMNU-I tidak datang membawa kepentingan pribadi, tidak pula membawa agenda politik kelompok.

KMNU-I datang membawa suara masyarakat Sangihe, Talaud, dan Sitaro, masyarakat kepulauan yang menjadikan Pelabuhan Manado sebagai urat nadi kehidupan, penghubung ekonomi, transportasi, dan masa depan generasi Nusa Utara. Hal tersebut di paparkan oleh Yusak Walo SE selaku Penggagas terbentuknya Ormas KMNU-I. Senin (2/11/2026).

Masih kata Walo, dalam forum yang terhormat tersebut, perjuangan aspirasi masyarakat akhirnya mendapatkan perhatian dan menghasilkan keputusan penting.

DPRD Provinsi Sulawesi Utara mengambil keputusan untuk mencabut kebijakan sterilisasi kawasan Pelabuhan Manado yang diberlakukan oleh PT Pelindo. Selain itu, DPRD Sulawesi Utara juga akan membentuk tim untuk melakukan audit investigasi terhadap PT Pelindo Pelabuhan Manado.

Ini bukan sekadar keputusan dalam sebuah ruang rapat. Ini adalah pesan bahwa setiap kebijakan yang menyangkut kepentingan masyarakat harus berpijak pada keadilan, keterbukaan, dan kepatuhan terhadap hukum.

KMNU-I percaya, pelabuhan bukan hanya milik mereka yang memiliki kewenangan, tetapi juga menjadi ruang kehidupan bagi masyarakat yang menggantungkan masa depannya di sana.

Kami tidak sedang mencari musuh. Kami sedang memperjuangkan keadilan. Kami tidak sedang melawan pembangunan. Kami sedang memastikan pembangunan tidak mengabaikan hak-hak masyarakat.

“Sebab bagi masyarakat Nusa Utara, Pelabuhan Manado bukan sekadar dermaga tempat kapal bersandar. Di sanalah harapan berangkat, kebutuhan hidup tiba, roda ekonomi berputar, dan ikatan persaudaraan antarpulau tetap terjaga,” ujarnya.

Hari ini kami datang dengan kehormatan, Kami menyampaikan aspirasi dengan bermartabat dan kami pulang membawa harapan bahwa suara masyarakat kecil tidak boleh lagi dipandang sebelah mata.

KMNU-I adalah rumah besar masyarakat Nusa Utara. Satu Asal, Satu Rasa, Satu Tujuan.

Selama masih ada hak masyarakat yang harus diperjuangkan, selama masih ada kebijakan yang perlu dikoreksi, KMNU-I akan tetap berdiri.

Bukan untuk menjadi besar di hadapan kekuasaan, tetapi untuk memastikan masyarakat Nusa Utara tidak pernah merasa kecil di hadapan keadilan.

PELABUHAN MANADO ADALAH URAT NADI MASYARAKAT NUSA UTARA.

KMNU-I — HADIR, BERSUARA, DAN BERJUANG UNTUK KEADILAN! ” Ucap Walo.

 

 

(Johanis) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *