SUBANG – JABAR, MB1 II Untuk mengenang para pendiri dan sejarah Desa yang ada di wilayah Kecamatan Kasomalang, di gelar ” Sabihara Sabihari Ti Urang Kanggo Urang Sadaya “, dengan di datangkan 8 Kepala Desa se-Kecamatan Kasomalang ( Desa Kasomalang Kulon, Kasomalang Wetan, Pasanggrahan, Bojongloa, Sukamelang, Cimanglid, Tenjolaya, dan Desa Sindangsari ), yang di adakan di Gedong Sindeur, acara tersebut di inisiasi oleh Pepeling Indonesia Kecamatan Kasomalang yang di dukung langsung oleh Anggota DPRD Kabupaten Subang Dari Fraksi PPP ( H. Ahmad Buhori ), Sabtu malam (4/5/2024).
Acara ” Sabihara Sabihari Ti Urang Kanggo Urang Sadaya “, tersebut di pandu oleh tim Gedong Sindeur Perkusi dan Gedong Sindeur Intertain, yang di dominasi anak-anak muda yang penuh dengan kreativitas.

Anggota DPRD Kabupaten Subang H. Ahmad Buhori menyampaikan, Syukur Alhamdulillah untuk Milangkala Kecamatan Kasomalang yang Ke-16 sekarang ini sangat Spesial dengan berbagai ragam program acara salahsatunya untuk melakukan pembedahan sejarah masing-masing Desa dan membuka Sejarah terbentuknya Kecamatan Kasomalang untuk memberikan pendidikan sejarah Kecamatan Kasomalang kepada anak cucu kita kedepannya.
Karena dengan adanya pembedahan sejarah Kecamatan Kasomalang dapat memotivasi generasi muda dalam pembentukan karakter dalam mencintai daerahnya sendiri, karena anak-anak mudalah yang akan meneruskan perjuangan dalam memajukan Kecamatan Kasomalang Kedepannya, semoga dengan adanya kegiatan ini dapat memotivasi generasi muda Kecamatan Kasomalang untuk memberikan kontribusi dalam pemikiran-pemikiran untuk kemajuan masyarakat Kecamatan Kasomalang, tutur H. Ahmad Buhori.
Selanjutnya di tempat yang sama Kepala Desa Pasanggrahan Juheri mewakili para Kepala Desa menyampaikan, kami para kepala Desa se-Kecamatan Kasomalang sangat mengapresiasi yang setinggi-tingginya kepada para panitia acara Milangkala Kecamatan Kasomalang yang Ke-16, apalagi acara seperti ini, untuk mengupas sejarah masing-masing Desa ini sangatlah penting, karena ini merupakan salahsatu pendidikan untuk anak cucu kita, karena mereka wajib tahu, apalagi mengenalkan budaya lokal yang ada di masing-masing Desa.
Dan ini kewajiban kita untuk menjaga atau melestarikan sejarah, sebagai penghormatan kepada para pejuang yang telah mendirikan pemerintahan Desa di waktu terdahulu, kami mengajak kepada seluruh anak muda-mudi untuk melakukan inovasi-inovasi baru dalam membangun wilayahnya untuk kesejahteraan masyarakat, pungkas Juheri pada awak media.
( Zis )



















