Beranda / PEMERINTAHAN / Diduga Ada Permainan Pekerjaan Rehablitasi/Panel Jalan Nasional SMA 2 (Sei.Melintang) Muaro Jambi

Diduga Ada Permainan Pekerjaan Rehablitasi/Panel Jalan Nasional SMA 2 (Sei.Melintang) Muaro Jambi

MUARO JAMBI, MB1 II Dengan menyerap anggaran hingga 12 milyar rupiah, pembangunan rehab jalan lintas depan SMA 2 Sengeti menuju Desa Berembang, diduga tidak diawasi.

Banyak keluhan warga yang disampaikan, mereka menilai kwalitas pelaksanaan pembangunan/ rehab jalan lintas SMA 2 Sengeti menuju Desa Berembang tersebut. Diantaranya kondisi fisik jalan yang kasar dan tidak rata, hingga dugaan dilaksanakannya kegiatan tersebut asal-asalan.

Pada judulnya rehab atau pemeliharaan, namun dilapangan dikerjakan dengan metode penebalan fisik jalan.

Diketahui, Proyek Rehabilitasi Jalan dengan nama pekerjaan Rehab/Pemel. Jalan Nasional. SMA 2 Desa Berembang ( Sei.Melintang), lokasi kegiatan di Kecamatan Sekernan dilaksanakan oleh CV Yudha Karya, dengan nomor kontrak : 620/33/SP-APBDP/DPUPR-BM/2024.

Berdasarkan pantauan langsung ke lokasi jalan lintas depan SMA 2 Sengeti, dan berada di pusat ibukota Kabupaten Muaro Jambi yang berbatasan langsung dengan desa Berembang. Dilokasi Masih banyak ditemukan jalan yang berlobang disepanjang jalan tersebut yang sangatlah butuh perbaikan, atau pemeliharaan. Ditemukan pada titik-titik kerusakan jalan tersebut dinilai cukuplah parah.

Namun anehnya, rehab jalan tersebut diduga hanya dibangun sepanjang 600 san meter saja dengan teknis penebalan fisik jalan. Menurut pengawas lapangan Zul kepada media ini, sisa anggaran rehabilitasi jalan SMA 2 Sengeti tersebut dialihkan ke desa Bukit Baling Dusun Sungai Melintang, dengan panjang 3 km merupakan tapal sulam, keterangan Zul.

Sementara pekerjaan diduga kurang pengawasan dari konsultan pengawas. Konsultan pengawas berkali kali media ini ke lokasi pekerjaan, belum berhasil dikonfirmasi terkait pekerjaan ini.

Masyarakat bertanya mengapa tidak dilaksanakan sekaligus disepanjang jalan simpang SMA 2 Sengeti menuju Desa Berembang, yang jelas-jelas di satu titik lokasi, dengan kondisi jalan yang memang butuh perbaikan lantaran memiliki tingkat kerusakan yang cukup parah. Dan bagaimana pemerintah membagi usulan masyarakat disatu titik kebutuhan pembangunan menjadi dua titik lokasi yang berbeda.

Jika sifatnya urgent, mestinya kegiatan itu dibuat dengan dua judul dengan kontrak yang berbeda. Agar pencatatan di buku asetnya jelas dengan volume ukur dari titik nol hingga akhir pembangunan yang menyesuaikan anggaran tersebut, guna menyerap kebutuhan usulan masyarakat.

Diduga kurangnya pengawasan terhadap usulan masyarakat yang disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan, atau diduga ada permainan mata, sehingga pelaksanaan di lapangan seperti dikelola sendiri dan semaunya sendiri.

Butuh pemeriksaan yang jelas dan melibatkan anggota DPRD Kabupaten Muaro Jambi selaku pemilik kebijakan terhadap pengawasan aspirasi masyarakat untuk memberikan penilaian terhadap kinerja pengelolaan pengadaan barang dan jasa pemerintah. Agar pembangunan yang dilaksanakan benar-benar tepat sasaran dan memiliki azaz manfaat, sesuai usulan masyarakat.

Dengan pekerjaan 3 km tapal sulam 600 san meter pekerjaan ful, diduga anggaran pada pekerjaan ini terindikasi Mark up.

Kadis PUPR Yultasmi dan Kabid Bina Marga Tamsil, sampai berita ini dilansir kembali, belum memberikan tanggapannya saat media ini memintai tanggapannya via WA, terkait pekerjaan jalan ini.

 

 

 

(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *