BELITUNG TIMUR, MB1 // Sosok Brigjen Pol Murry Mirranda menjadi perhatian tersendiri dalam Seminar Pendidikan Karakter PGRI Kabupaten Belitung Timur (Beltim) Tahun 2026 yang berlangsung di Auditorium Zahari MZ, Selasa (12/05/2016) pagi.
Pria kelahiran Kelapa Kampit, Beltim itu hadir bukan sekadar sebagai Wakapolda Kepulauan Bangka Belitung, namun juga sebagai putra daerah yang dianggap berhasil berkat pendidikan karakter yang kuat sejak usia dini.
Dihadapan ratusan guru yang memenuhi auditorium, Murry berbicara bukan hanya tentang teori pendidikan, tetapi juga tentang keteladanan, kedisiplinan dan pentingnya peran guru dalam membentuk masa depan generasi muda.
Menurut Murry, seminar pendidikan yang digagas PGRI Beltim ini merupakan kegiatan luar biasa dan layak menjadi contoh bagi daerah lain.
“Sebenarnya ini kegiatan sangat luar biasa. Mungkin ini baru sekali diinisiasi oleh Beltim dan ini perlu dicontoh oleh kabupaten-kabupaten lain bagaimana menghargai peran guru,” kata Murry.
Dalam seminar bertema “Optimalisasi Pendidikan Karakter untuk Membentuk Generasi Unggul dan Berprestasi” tersebut, Murry menilai para guru sebenarnya telah memahami konsep pendidikan karakter. Tantangan utamanya tinggal bagaimana mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.
“Tadi saya tidak menyampaikan materi secara teori. Saya mencoba menggali bagaimana solusi dari persoalan pembentukan karakter yang terjadi sekarang ini. Guru-guru sebenarnya sudah tahu, tinggal bagaimana menerapkannya,” ujarnya.
Alumni Akademi Kepolisian 1996 ini mengatakan pendidikan karakter tidak cukup hanya disampaikan lewat materi pembelajaran, melainkan harus hadir melalui sikap dan keteladanan seorang pendidik.
“Teruslah tingkatkan prestasi, tingkatkan kedisiplinan, dan jadilah teladan bagi murid-muridnya. Yang paling penting adalah bagaimana kita mencintai pekerjaan dan kita dicintai oleh murid-murid,” pesannya.
Suasana seminar berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta tampak antusias ketika Murry menyampaikan pentingnya ketegasan dan konsistensi guru dalam membentuk karakter anak di tengah tantangan zaman digital saat ini.
Bukan hanya sampai di situ Murry juga memberikan berbagai hadiah mualai dari bingkisan hingga ‘uang jajan’ bagi guru honor, mantan gurunya serta guru yang berhasil menjawab pertanyaannya.
Kehadiran Murry sendiri menjadi motivasi tersendiri bagi para peserta. Putra asli Beltim yang berhasil meniti karier hingga menjadi jenderal polisi itu dianggap sebagai bukti nyata bahwa pendidikan karakter mampu membawa seseorang mencapai keberhasilan.
Pendidikan Karakter Tak Selalu Butuh Biaya Besar
Sementara itu, Wakil Bupati Beltim, Khairil Anwar yang membuka seminar mengatakan Pemerintah Kabupaten Beltim memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan yang digagas PGRI tersebut. Menurut Khairil, pembangunan karakter anak tidak selalu bergantung pada besarnya anggaran, melainkan lebih kepada keteladanan dan konsistensi para pendidik.
“Materi yang disampaikan Pak Wakapolda sebenarnya tinggal action saja. Guru-guru kita sebenarnya sudah mumpuni, tinggal implementasinya kepada murid melalui contoh pribadi,” kata Khairil.
Khairil menilai pembentukan karakter harus dimulai sejak dini melalui kedisiplinan, tanggung jawab, dan kebiasaan baik yang dicontohkan langsung oleh guru.
“Nah itulah masa depan. Karena anak-anak itu sifatnya meniru. Kalau diarahkan dan dicontohkan dengan baik, maka karakter itu akan terbentuk,” ujar Khairil.
Mantan Camat Gantung ini juga menyoroti tantangan pendidikan saat ini yang tidak lepas dari pengaruh teknologi dan penggunaan telepon genggam pada anak-anak.
“Anak-anak sekarang ini hobinya main HP. Nah ini perlu pembatasan dan penguatan muatan lokal supaya mereka tidak kehilangan karakter dan jati dirinya,” ungkapnya.
Meski demikian, ia optimistis para guru di Beltim mampu menjawab tantangan tersebut jika dilakukan secara bersama-sama.
(Red MB1)


















