Beranda / UMUM / Razia Gabungan oleh Kakanwil Dirjenpas

Razia Gabungan oleh Kakanwil Dirjenpas

BANGKA BARAT, MB1 // Rutan Kelas IIB Muntok melaksanakan kegiatan penggeledahan dan razia kamar hunian warga binaan bersama Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kepulauan Bangka Belitung, TNI, dan Polri.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut merupakan langkah deteksi dini guna mencegah gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib) di lingkungan pemasyarakatan sekaligus memperkuat sinergitas antar instansi penegak hukum.

Razia dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kepulauan Bangka Belitung, Ade Agustina bersama Kepala Rutan Kelas IIB Muntok, Andry Ferly beserta jajaran pegawai, TNI, dan Polri.

Sebelum pelaksanaan razia, seluruh personel terlebih dahulu mengikuti apel persiapan dan pengarahan pimpinan. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kamar hunian warga binaan beserta barang-barang yang berada di dalam kamar.

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang yang tidak semestinya berada di dalam kamar hunian, di antaranya korek api, pisau cukur, serta sejumlah uang tunai.

Pelaksanaan penggeledahan dan razia berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar hingga kegiatan selesai.

Kepala Rutan Kelas IIB Muntok menyampaikan bahwa razia rutin merupakan bagian dari komitmen jajaran pemasyarakatan dalam menjaga stabilitas keamanan di dalam rutan.

“Alhamdulillah hari ini sudah terlaksana razia gabungan antara Rutan Muntok, Tni, Polri dan kantor wilayah, untuk membersihkan apa yang dilarang masuk kedalam Rutan Muntok, yaitu harus bebas dari Hp dan Narkoba serta peredaran uang cash,” ucap Karutan.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kepulauan Bangka Belitung melaksanakan kegiatan razia sebagaimana intruksi dari bapak Irjen Pemasyarakatan bersama dengan jajaran Rutan Muntok, Tni dan Polri.

“Hasil razia pada pagi hari ini adalah alat-alat atau barang yang tidak diperkenankan masuk seperti pisau cukur, lalu ada obat-obatan, uang tunai, kami khawatir ini disalahgunakan,” ujar Ade Agustina.

Ia juga menambahkan, untuk Rutan Muntok ada program yang sedang berjalan bebas dari uang tunai dan Rutan Muntok telah bekerjasama dengan Bank BRI untuk menggunak Brizi.

“Ada sejumlah uang yang jumlahnya cukup signifikan dan untuk Rutan Muntok ada program yang sedang berjalan bebas dari uang tunai dan Rutan Muntok telah bekerjasama dengan Bank BRI untuk menggunakan Brizi,” tutup Kakanwil.

 

 

(RED MB1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *