Beranda / PEMERINTAHAN / Pekerjaan Proyek Ruas Jalan Provinsi Jabar di Jalan Narogong – Cileungsi Bogor oleh CV. Surya Gemilang Disorot, Kualitas Beton Cor Dipertanyakan

Pekerjaan Proyek Ruas Jalan Provinsi Jabar di Jalan Narogong – Cileungsi Bogor oleh CV. Surya Gemilang Disorot, Kualitas Beton Cor Dipertanyakan

CILEUNGSI – BOGOR, MB1 // Pengerjaan Rekonstruksi Jalan Narogong – Cileungsi dan Cileungsi Cibinong Bogor, UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah 1, Nomor SPK : 0597/PUR.12.02/1.0031/SP/UPTD-PJ2WPI dengan Nilai Kontrak Rp. 7. 949. 405. 175, 13 Tanggal Kontrak : 06 Maret 2026 ddngan Waktu Pelaksanaan : 150 hari kerja yang dikerjakan pihak pemenang lelang CV. Surya Gemilang, menuai sorotan.

Pasalnya, saat pekerjaan rekonstruksi berlangsung, Pada Senin malam, (29/6/26) tidak adanya pengawasan dari pihak Dinas PU Provinsi. Terlihat di lokasi hanya pihak pelaksana dan dari pihak konsultan yang belum diketahui dari CV atau PT mana.

Terpantau, proyek yang menelan anggaran mencapai 7 miliar lebih itu dikerjakan tidak sesuai dengan SOP Teknis pekerjaannya.

Diantaranya, beton cor dari truk mixer langsung diturunkan (dituang) ke dalam Bigistin tanpa melalui uji Slum Test dan uji beton keras (setelah mengeras). Terlihat juga cor beton yang terlalu encer saat dituang, hal ini berpotensi kualitas jalan yang dicor nantinya akan cepat rusak akibat kasar air yang terlalu tinggi.

Selain itu, kerangka besi (babtalan besi cor) diletakkan begitu saja tanpa diikat ke kerangka besi cor penahan betol kiri dan kanan pada beton.

Untuk kualitas beton cor yang digunakan pun disorot, pasalnya, truk kendaraan mixer yang membawa beton cor tidak bermerk, (polos) hingga detik ini tidak diketahui dari plant perusahaan mana beton cor yang digunakan oleh penyedia jasa CV. Surya Gemilang tersebut.

Di lokasi pekerjaan, dari pihak CV. Surya Gemilang, Rahmat saat dikonfirmasi wartawan dan tanyakan terkait mengapa beton cor dari truk mixer sebelum dituang tidak di Uji Slump Test dan Uji Kekerasan Beton, dirinya mengatakan bahwa beton sudah di uji diawal pekerjaan.

“Awalnya kan sudah di tes. Kan gak harus di tes satu-satu (per-mobil mixer sebelum dituang),” kata Rahmat.

Begitu pula saat ditanyain terkait bantalan kerangka besi cor yang dipasang tidak diikat, Rahmat menjawab tidak perlu (diikat)

“tidak mesti diikat,” ucapnya Singkat.

Terkait besi bekas dari bongkar beton lama pun dipertanyakan, pasalnya besi bekas cor tersebut dikemanakan?.

“Sisa besi bekas kita kasihkan ke karang taruna. Mereka minta ya kita kasih,” kata Rahmat.

Padahal, untuk pengujian beton cor sebelum dituang sangatlah berpengaruh kepada hasil pekerjaan jalan Provinsi tersebut, agar dapat dengan spesifikasi kekuatan beton dan Standar Operasional Pekerjaan (SOP).

Kurangnya pengawasan dari pihak dinas terkait terhadap pekerjaan proyek rekonstruksi jalan milik Provinsi Jawa Barat tersebut, dituding rentan dalam realisasi pekerjaan, berpotensi kurangnya spesifikasi dalam RAB dan rawan menjadi bancakan para oknum kontraktor nakal.

Hingga berita ini diturunkan, awak media masih menunggu konfirmasi dari pihak PU Provinsi Jawa Barat, maupun UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah 1.

 

 

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *