Beranda / UMUM / KMNU-I, Rumah Besar Persatuan Masyarakat Nusa Utara: Semua Profesi Bersatu dalam Kepengurusan untuk Membangun Daerah

KMNU-I, Rumah Besar Persatuan Masyarakat Nusa Utara: Semua Profesi Bersatu dalam Kepengurusan untuk Membangun Daerah

MANADO – SULIT, MB1 // Komunitas Masyarakat Nusa Utara Indonesia (KMNU-I) terus memperkuat eksistensinya sebagai organisasi kemasyarakatan yang menjadi rumah besar bagi seluruh masyarakat Nusa Utara tanpa membedakan profesi, status sosial, maupun latar belakang.

Dengan mengusung semangat “Satu Asal, Satu Rasa, Satu Tujuan”, KMNU-I membangun organisasi yang inklusif dengan menghimpun berbagai elemen masyarakat, mulai dari jurnalis, buruh, nelayan, petani, akademisi, pelaku UMKM, pengusaha, pekerja toko, pekerja bangunan, para pensiunan, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, perempuan, hingga berbagai unsur profesi lainnya.” Hal tersebut di paparkan oleh Yusak Walo SE selaku Penggagas terbentuknya DPP KMNU-I dan keseharian sebagai Pemerhati Sosial Nusa Utara.Selasa (28/7/2026)

Masih kata Walo, yang membedakan KMNU-I dengan organisasi kemasyarakatan pada umumnya adalah bahwa seluruh unsur profesi tersebut tidak hanya menjadi simpatisan atau pendukung, tetapi direkrut secara aktif untuk menjadi bagian dari struktur kepengurusan organisasi. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghargaan terhadap pengalaman, kemampuan, dan kontribusi setiap profesi dalam membangun Nusa Utara,”Ujarnya.

Menurut Yusak Walo, keberagaman profesi dalam kepengurusan merupakan kekuatan utama KMNU-I.

“KMNU-I adalah rumah besar masyarakat Nusa Utara. Karena itu kami membuka ruang seluas-luasnya bagi para jurnalis, buruh, nelayan, petani, akademisi, pelaku UMKM, pengusaha, pekerja toko, pekerja bangunan, hingga para pensiunan untuk bergabung dalam kepengurusan. Semua memiliki hak yang sama untuk berkontribusi bagi kemajuan daerah.”

Ia menegaskan bahwa keterlibatan berbagai profesi dalam kepengurusan akan melahirkan organisasi yang kaya akan pengalaman, gagasan, dan solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat.

“Jurnalis memahami denyut aspirasi masyarakat. Nelayan dan petani memahami kebutuhan ekonomi rakyat. Buruh mengetahui dinamika dunia kerja. Akademisi menghadirkan pemikiran ilmiah. Pengusaha dan pelaku UMKM memahami tantangan ekonomi daerah. Para pensiunan membawa pengalaman dan kebijaksanaan yang sangat berharga. Seluruh potensi itu kami satukan dalam satu wadah, yaitu KMNU-I.

Yusak Walo menambahkan bahwa KMNU-I dibangun atas prinsip kebersamaan, gotong royong, dan persaudaraan, sehingga organisasi ini tidak menjadi milik segelintir orang, melainkan milik seluruh masyarakat Nusa Utara.

“Perbedaan profesi bukan alasan untuk terpisah. Justru keberagaman itulah yang menjadi kekuatan. Ketika semua unsur masyarakat duduk bersama dalam satu kepengurusan, maka lahirlah kebijakan organisasi yang benar-benar mewakili kepentingan rakyat.”

KMNU-I berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperjuangkan kesejahteraan masyarakat Nusa Utara melalui program-program pemberdayaan ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan UMKM, perlindungan nelayan dan petani, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan persatuan masyarakat.

Melalui semangat “Satu Asal, Satu Rasa, Satu Tujuan”, KMNU-I mengajak seluruh masyarakat Nusa Utara, baik yang berada di kampung halaman maupun di perantauan, untuk bergandengan tangan membangun daerah yang lebih maju, mandiri, dan bermartabat,”Pungkasnya.

 

 

(Johanis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *