MANADO, MB1 // Gaung bersambut, komunikasi terbangun dinamis. BPJN (Balai Pelaksanaan Jalan Nasional);Sulawesi Utara merespon cepat masukan tertulis yang disampaikan BAMUKISST (Badan Musyawarah Kekeluargaan Indonesia Sangihe Sitaro Talaud).
“Aspirasi sudah direspon cepat oleh BPJN Sulut,” kata Alfeyn Gilingan, Sekretaris Umum BAMUKISST kepada wartawan media ini, Selasa (4/8/2026) pagi.
“Kami juga sedang menunggu informasi lanjutan dari Humas BPJN Sulut, mungkin akan ada lanjutan komunikasi formal, yaitu dalam bentuk forum pertemuan antara BPJN Sulut dengan BAMUKISST. Mudah-mudahan tindak lanjutnya akan cepat dan dijadwalkan,” harap Alfeyn.
Direspon pada Rabu (29/7/2026), kata Alfeyn, masukan BAMUKISST dijawab tertulis oleh Kepala BPJN Sulut, Handiyana ST,MT,MSc. dengan menekankan tiga poin berdasarkan ketentuan tentang keterbukaan informasi Publik ,sebagaimana amanat UU Nomor 14 Tahun 2008 .
Pertama, BPJN Sulut berkomitmen menyediakan akses informasi benar, akurat, dan tidak menyesatkan. Seluruh update program kerja, program pembangunan, serta akses informasi layanan publik dapat diakses secara berkala melalui laman resmi dan media sosial BPJN Sulut.
“BPJN Sulut terbuka menerima aspirasi masyarakat, baik disampaikan secara langsung dan terlebih dapat diakses melalui laman resmi BPJN,” sebut Handiyana.
Laman resmi https://binamarga.pu.go.id/balai -sulut, dan media sosial (Instagram) adalah @pu_jalan_sulut (BPJN Sulut).
Kedua, BPJN punya rencana penanganan dan penanggulangan lokasi longsoran, guna menjamin keselamatan penggunaan jalan serta ketahanan infrastruktur nasional. BPJN Sulut sudah melakukan verifikasi teknis dan mengusulkan penanganan permanen untuk beberapa titik longsoran melalui skema pembiayaan SBSN (Surat Berharga Syariah Negara) Tahun Anggaran 2027.
Ditegaskan oleh Kepala BPJN Sulut ” Handiyana, ST ,MT,MSc, pihak BPJN Sulut sangat concern dengan peningkatan infrastruktur jalan di Kabupaten Kepulauan Sangihe. ‘’Kami sudah melakukan verifikasi teknis dan mengusulkan penanganan permanen untuk beberapa titik longsoran di Kabupaten Sangihe,’’ ujarnya.
Handiyana memastikan jalan nasional di Kabupaten Kepulauan Sangihe yang mengalami kerusakan berupa longsoran, segera diperbaiki secara permanen. Ada 3 titik longsoran yang pembiayaannya sudah diusulkan tahun 2027, yaitu Bts Kota Tahuna – Naha ada dua titik, dan satu titik Bts Kota Tahuna – Tamako.
Ketiga, ikhwal kesiapsiagaan dan penanganan darurat menunggu realisasi penanganan permanen TA 2027, BPJN Sulut melalui Satuan Kerja terkait terus melakukan pemantauan rutin. Juga menyiapkan langkah tanggap darurat di area rawan guna memastikan arus lalu lintas aman dan berkeselamatan.
(Johanis)


















