TANJAB BARAT – JAMBI, MB1 // Data pemantauan titik panas (hotspot) yang dirilis Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Thaha Jambi, BMKG, pada Kamis (3/9/2026) menunjukkan peningkatan signifikan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, di Kecamatan Batang Asam dan Renah Mendaluh menjadi wilayah yang paling banyak terdeteksi titik api.
Desa Suban di Kecamatan Batang Asam tercatat sebagai wilayah dengan jumlah hotspot tertinggi dan diduga menjadi penyumbang utama kabut asap yang menyelimuti Tanjab Barat.
Dari data satelit, titik panas di Desa Suban terdeteksi dengan tingkat kepercayaan tinggi, dan telah terpantau berulang kali — diduga menandakan aktivitas kebakaran yang terus berlangsung. Lokasi ini juga muncul dalam pemantauan aplikasi Hotspot Map Manggala Agni, dengan status kepercayaan high dan tercatat sudah berlangsung 1 hari.
Sementara itu, Kecamatan Renah Mendaluh kembali menunjukkan konsistensi yang mengkhawatirkan, di mana titik panas selalu muncul setiap harinya. Puluhan hotspot tercatat pada hari yang sama, dengan tingkat kepercayaan sedang hingga tinggi.
Hal ini menguatkan dugaan adanya kebakaran hutan dan lahan yang terus berlangsung di wilayah tersebut, yang berkontribusi besar terhadap tebalnya kabut asap yang menyebar ke berbagai penjuru Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Berdasarkan rincian data BMKG, di Kecamatan Batang Asam tercatat puluhan titik panas. Demikian pula di Renah Mendaluh, hampir seluruh titik terdeteksi berulang kali oleh satelit NOAA20 dan SNPP, menunjukkan bahwa api tidak kunjung padam.
Kondisi ini semakin memperburuk kualitas udara di Tanjung Jabung Barat, yang belakangan ini terus diselimuti kabut asap tebal. Masyarakat berharap Satgas karhutla segera menindaklanjuti sumber api di Desa Suban dan Renah Mendaluh, agar asap yang mengganggu kesehatan dan aktivitas warga dapat segera diatasi.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak perusahaan maupun pemerintah daerah terkait penyebab kebakaran yang terus berulang di kedua wilayah tersebut.
(DMW)


















