BANGKA TENGAH, MB1 // Jajaran Polres Bangka Tengah bergerak cepat menangani tiga insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi secara bersamaan di wilayah hukum Kabupaten Bangka Tengah. Sinergi intensif antara personel kepolisian, BPBD, pemerintah desa, dan masyarakat setempat berhasil memadamkan total lahan terdampak seluas kurang lebih 5,5 hektare.
Penanganan karhutla tersebut tersebar di tiga lokasi utama:
– Kecamatan Sungai Selan: Lahan hutan di Desa Munggu seluas ±2,5 hektare.
– Kecamatan Koba: Semak belukar dan lahan gambut di Desa Terentang III seluas ±2 hektare.
– Kecamatan Namang: Lahan warga di Desa Belilik seluas ±1 hektare.
Seluruh titik api di ketiga lokasi berhasil dipadamkan sepenuhnya. Petugas mengonfirmasi tidak ada korban jiwa maupun kerugian pemukiman warga dalam rangkaian peristiwa tersebut.
Kasie Humas Polres Bangka Tengah Ipda Dedi Sudrajat menyatakan apresiasi atas kerja sama seluruh elemen yang terlibat di lapangan.
“Kami mengapresiasi sinergi seluruh personel, BPBD, pemerintah desa, dan masyarakat yang bersama-sama melakukan pemadaman sehingga api dapat segera dikendalikan. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berpotensi menimbulkan kebakaran yang lebih luas serta memiliki konsekuensi hukum,” tegas Ipda Dedi Sudrajat.
Saat ini, Satreskrim Polres Bangka Tengah tengah melakukan proses penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran di masing-masing lokasi. Sementara itu, tim gabungan tetap disiagakan untuk melakukan pemantauan berkala (monitoring) pascakebakaran guna meminimalisasi munculnya titik api baru (hotspot).
Polres Bangka Tengah terus mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Masyarakat yang menemukan indikasi awal karhutla diminta untuk segera melaporkannya melalui Call Center Polri 110 atau mendatangi kantor kepolisian terdekat.
(RED MB1)


















