KOTA MANADO – SULUT, MB1 // Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Komunitas Masyarakat Nusa Utara Indonesia (KMNU-I) bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) akan melaksanakan sejumlah kegiatan kemasyarakatan berupa bakti sosial pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan mata dan pelayanan kesehatan lainnya, serta lomba catur.
Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung di Daseng Pantai Karangria, Kota Manado, sebagai bagian dari semangat memperkuat persatuan, kepedulian sosial dan kebersamaan masyarakat Nusa Utara dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Rencana kegiatan tersebut mengemuka
Dalam audensi jajaran DPP KMNU-I dengan Asisten III Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Dr. Fransiskus Engelbert Manumpil, yang didampingi Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemprov Sulut, Senin, (5/10/2026).
Ketua Umum DPP KMNU-I Eugenius Paransi, SH., MH., didampingi Sekretaris Umum Yohanes Missah serta jajaran pengurus DPP KMNU-I, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni memperingati Hari Sumpah Pemuda.
Ini adalah bentuk nyata bagaimana pemerintah dan masyarakat dapat saling menopang. Pemerintah memiliki kewenangan dan program pembangunan, sementara masyarakat memiliki energi sosial, kepedulian dan partisipasi. Kalau kedua kekuatan ini disatukan, maka manfaatnya akan kembali kepada masyarakat,” ujar Eugenius Paransi.
Menurutnya, KMNU-I ingin mengambil posisi sebagai mitra sosial pemerintah, bukan sebagai kelompok yang hanya datang ketika ada kepentingan. KMNU-I ingin hadir bersama pemerintah dalam mengidentifikasi persoalan masyarakat sekaligus mendorong solusi yang konstruktif.

PEMBANGUNAN NUSA UTARA MENJADI PERHATIAN
Sementara itu, Sekretaris Umum DPP KMNU-I Yohanes Missah mengatakan, audensi dengan Asisten III Pemprov Sulut tidak hanya membahas kegiatan Hari Sumpah Pemuda.
Sejumlah persoalan strategis pembangunan di tiga kabupaten kepulauan, yakni Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Kepulauan Talaud dan Kabupaten Kepulauan Sitaro, turut menjadi perhatian.
Diantaranya menyangkut perbaikan infrastruktur jalan provinsi, pembangunan infrastruktur pengaman pantai, persoalan abrasi di Desa Mala, Kecamatan Manganitu, pembangunan pengaman pantai di Kecamatan Tamako, serta kebutuhan masyarakat Pulau Marore terhadap air bersih, terutama menghadapi musim kemarau berkepanjangan.
Yohanes mengatakan, aspirasi masyarakat tersebut harus terus disuarakan melalui jalur komunikasi yang konstruktif antara masyarakat, pemerintah daerah dan pemerintah provinsi.
KMNU-I tidak ingin hanya mengkritik dari luar. Kami ingin menjadi bagian dari solusi. Kalau ada persoalan masyarakat, kita sampaikan secara objektif. Kalau pemerintah memiliki program, kita dorong agar program tersebut benar-benar sampai kepada masyarakat,” tegas Yohanes Missah.
Ia menambahkan, dalam audensi tersebut disampaikan bahwa pembangunan infrastruktur jalan provinsi di wilayah Nusa Utara menjadi salah satu perhatian dan prioritas Pemprov Sulut untuk tahun 2027.
Ini menjadi sinyal positif. Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menunjukkan kepedulian terhadap pembangunan Nusa Utara. Karena itu, masyarakat juga harus memberikan dukungan dan pengawasan agar pembangunan berjalan tepat sasaran,” ujarnya.
KMNU-I: PEMERINTAH DAN MASYARAKAT HARUS BERJALAN BERIRINGAN
Bendahara Umum DPP KMNU-I Yusak Walo, SE., menambahkan bahwa KMNU-I telah mempersiapkan panitia pelaksana lomba catur sebagai salah satu rangkaian kegiatan Hari Sumpah Pemuda.
Selain itu, untuk kegiatan bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan dan mata serta pelayanan kesehatan lainnya, KMNU-I akan bersinergi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara.
Menurut Yusak, kolaborasi tersebut merupakan contoh konkret bagaimana organisasi masyarakat dan pemerintah dapat saling mengisi.
KMNU-I tidak datang untuk mengambil alih tugas pemerintah. Sebaliknya, KMNU-I hadir untuk menopang program pemerintah yang menyentuh kepentingan masyarakat. Pemerintah punya kekuatan kebijakan dan program, masyarakat punya kekuatan partisipasi. Dua kekuatan ini harus dipertemukan,” kata Yusak.
Penggagas terbentuknya KMNU-I tersebut menegaskan, semangat Satu Asal, Satu Rasa, Satu Tujuan harus diterjemahkan dalam tindakan nyata.
“Jangan hanya bicara persatuan di atas panggung. Persatuan harus terlihat dalam kerja nyata. Pemerintah menopang masyarakat, masyarakat menopang pemerintah dalam hal-hal yang positif. Kalau ada kekurangan, kita kritik secara konstruktif. Kalau ada program yang baik, kita dukung dan kawal bersama,” tegasnya.
SUMPAH PEMUDA: DARI SEREMONI MENUJU GERAKAN SOSIAL
KMNU-I berharap peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun 2026 tidak berhenti pada upacara dan seremoni semata.
Menurut jajaran DPP KMNU-I, semangat Sumpah Pemuda harus diterjemahkan menjadi gerakan sosial, pelayanan masyarakat, pembangunan dan penguatan persaudaraan.
Karena itu, kegiatan bakti sosial dan lomba catur di Daseng Pantai Karangria diharapkan menjadi ruang perjumpaan antara pemerintah, organisasi masyarakat dan masyarakat umum.
“Kami ingin menunjukkan bahwa semangat Sumpah Pemuda masih relevan. Anak muda, pemerintah, organisasi masyarakat dan seluruh elemen masyarakat harus duduk bersama, saling menopang dan bekerja untuk kepentingan rakyat,” ujar Yusak.
DPP KMNU-I juga menegaskan bahwa Nusa Utara bukan sekadar wilayah geografis, tetapi merupakan bagian penting dari masa depan Sulawesi Utara. Karena itu, pembangunan Sangihe, Talaud dan Sitaro harus terus menjadi perhatian bersama.
“KMNU-I siap menjadi jembatan komunikasi masyarakat Nusa Utara dengan pemerintah. Bukan jembatan untuk kepentingan politik praktis, tetapi jembatan untuk menyampaikan aspirasi rakyat dan mengawal pembangunan, pungkasnya.
Dari Daseng Pantai Karangria, semangat Sumpah Pemuda kembali ditegaskan:
PEMERINTAH KUAT KARENA DIDUKUNG MASYARAKAT.
MASYARAKAT KUAT KARENA PEMERINTAH HADIR.
PEMERINTAH DAN MASYARAKAT HARUS SALING MENOPANG UNTUK SULAWESI UTARA DAN NUSA UTARA YANG LEBIH MAJU.
Satu Asal, Satu Rasa, Satu Tujuan.
KMNU-I Bersama Pemerintah, Hadir untuk Masyarakat. Pungkas Penggagas Terbentuknya Ormas KMNU-I.bertempat di sekretariat KMNU-i komplek pelabuhan Manado. (5/10/2026).
(Johanis K/Kaperwil Sulut MB1)


















