TANJUNG JABUNG BARAT – JAMBI, MB1 // Kecamatan Renah Mendaluh, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi, masih diselimuti kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kemarau panjang yang melanda sejak dua bulan terakhir. Kondisi ini membuat aktivitas warga terganggu dan kualitas udara membahayakan.
Warga Desa Rantau Benar, Sungai rotan,Lubuk kambing dan Sungai Paur mengeluhkan pekatnya kabut asap yang menyelimuti pemukiman warga sejak pagi hingga sore hari.
“Dari jam 7 pagi sudah tebal sekali asapnya. Mata perih, napas sesak. Anak-anak tidak berani keluar rumah,” dan sebaiknya anak2 di liburkan dari sekolah ujar S, warga Renah Mendaluh.
Berdasarkan pantauan di lapangan, jarak pandang di jalan lintas tengah Renah Mendaluh – Merlung – Kuala Tungkal hanya sekitar 30-50 meter. Pengendara motor terpaksa menyalakan lampu di siang hari.
Selain mengganggu kesehatan, kabut asap juga mengancam perekonomian warga. karena aktivitas warga terganggu oleh tebalnya kabut asap yang melanda Kec Renah Mendaluh dan sekitarnya.
Sementara itu, sumber asap diduga berasal dari kebakaran lahan di wilayah perbatasan Renah Mendaluh dan Batang Asam, serta ada dugaan pembakaran sengaja untuk pembukaan lahan baru kebun sawit.
Warga berharap pemerintah Kabupaten Tanjab Barat, BPBD, dan Dinas Kesehatan segera turun tangan untuk menangani hal ini dan membagikan masker untuk masyarakat.
“Kami minta Pemkab jangan tutup mata. Tiap tahun seperti ini. Kami butuh bantuan water bombing dan patroli karhutla,” tegas tokoh masyarakat Renah Mendaluh.
Hingga berita ini diturunkan, Camat Renah Mendaluh dan BPBD Tanjab Barat belum memberikan keterangan resmi terkait penanganan kabut asap di wilayah tersebut.
Kondisi kabut asap di Renah Mendaluh dikhawatirkan akan semakin parah jika tidak segera turun hujan dan tidak ada penanganan serius dari pihak terkait.
(DMW)



















