Beranda / POLRI / Dit Polairud Polda Babel Buka Perpustakaan Terapung Untuk Anak-Anak di Dermaga Sadai

Dit Polairud Polda Babel Buka Perpustakaan Terapung Untuk Anak-Anak di Dermaga Sadai

BANGKA SELATAN, MB1 // Di tengah gempuran era digital, semangat literasi tetap harus digelorakan hingga ke pelosok negeri, termasuk ke wilayah-wilayah pesisir dan kepulauan yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Komitmen nyata tersebut diwujudkan melalui Perpustakaan Terapung Polairud, sebuah program inovasi sosial dari Polairud Polri yang memanfaatkan kapal patroli sebagai sarana membaca dan belajar keliling bagi masyarakat maritim.

Program inspiratif ini dijalankan oleh berbagai Ditpolairud di tingkat Polda hingga Satpolairud di tingkat Polres. Salah satu implementasi terbarunya digelar oleh Ditpolairud Polda Kepulauan Bangka Belitung di Dermaga Sadai, Kabupaten Bangka Selatan, Minggu (08/11/2026).

Kehadiran kapal patroli yang disulap menjadi perpustakaan terapung ini langsung menarik antusiasme tinggi dari anak-anak pesisir dan para siswa sekolah di sekitar kawasan dermaga. Dengan pendampingan langsung dari personel kepolisian, anak-anak diajak naik ke atas kapal untuk menikmati berbagai aktivitas edukatif, mulai dari membaca buku bersama, mendengarkan dongeng, hingga berlatih menulis kreatif.

Layanan ini secara khusus menyediakan beragam koleksi bacaan berkualitas, mulai dari buku anak-anak, pengetahuan umum, hingga buku dongeng. Tujuannya jelas: menjaga minat baca generasi muda pesisir terhadap buku fisik agar tidak sepenuhnya tergerus oleh arus digitalisasi.

Tidak hanya menghadirkan akses literasi, kegiatan ini juga dimanfaatkan oleh personel Polairud untuk menanamkan edukasi penting mengenai keselamatan di laut. Dengan metode yang menyenangkan dan mudah dipahami anak-anak, para petugas menyisipkan pengenalan alat-alat keselamatan pelayaran, seperti tata cara mengenakan jaket pelampung (life jacket) yang benar.

Melalui pendekatan belajar dan bermain bersama aparat kepolisian, program ini berhasil membangun kedekatan yang humanis antara penegak hukum dan masyarakat maritim sejak usia dini. Suasana keakraban tampak jelas polisi dan anak-anak berinteraksi tanpa batasan.

Di sejumlah wilayah operasionalnya, inovasi sosial ini sering kali dikemas secara komprehensif. Layanan perpustakaan terapung tidak berjalan sendiri, melainkan digabungkan dengan kegiatan bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga dan nelayan setempat.

Melalui langkah proaktif ini, Perpustakaan Terapung Polairud tidak hanya berfungsi sebagai jendela ilmu pengetahuan untuk memperluas wawasan generasi muda pesisir, tetapi juga hadir sebagai wujud nyata kepedulian sosial Polri dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat di daerah terpencil.

 

 

(RED MB1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *