SUKABUMI, MB1 II Kondisi bangunan Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Cicayur yang berlokasi di Kampung Ciwalat, Desa Sukajaya, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, semakin memprihatinkan. Sekolah yang menampung sekitar 80 siswa kini membutuhkan perhatian serius, karena sebagian besar ruang belajar mengalami kerusakan cukup parah.
MIS Cicayur memiliki empat ruang kelas, satu ruang kantor, serta satu gudang. Namun, seluruh bangunan tersebut dilaporkan dalam kondisi tidak layak, terutama ruang kelas yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Kerusakan paling terlihat pada bagian atap yang bocor, dinding retak, serta kondisi lantai kelas yang belum sepenuhnya dikeramik. Bahkan ruang kelas untuk siswa kelas satu dan dua masih berupa lantai plesteran, belum berkeramik, sehingga dinilai tidak nyaman bagi siswa.
Ironisnya, sejumlah perbaikan yang dilakukan selama ini dilakukan menggunakan dana pribadi para guru, sebagai upaya agar kegiatan belajar tetap berjalan.
Camat Pabuaran, Ali Murtado, mengaku prihatin dengan kondisi fisik bangunan sekolah tersebut. Ia menyebutkan, pihak kecamatan telah menindaklanjuti persoalan ini dengan menyampaikan laporan kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi serta melakukan koordinasi dengan Kementerian Agama.
Berkaitan dengan MI Cicayur, secara kondisi fisik kami ikut prihatin dengan kondisi yang ada. Sebagai tindak lanjut sudah kami sampaikan laporan kepada Pak Sekda secara lisan, dan sudah kami koordinasikan dengan Kemenag melalui KUA. Menurut informasi dari Kepala MI tersebut, sudah ada kunjungan ke lokasi dari Kemenag,” ujar Ali Murtado.
Ia juga menambahkan, persoalan tersebut telah disampaikan saat kegiatan reses anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, dengan harapan adanya perhatian dan bantuan dari berbagai pihak.
Bahkan waktu kegiatan reses dengan anggota DPRD juga sudah kami sampaikan. Harapan kami semoga mendapat dorongan dan dukungan dari seluruh pihak,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Mapenda Kantor Kementerian Agama (Kandepag) Kabupaten Sukabumi, Maman Hidayat, mengatakan bahwa kondisi bangunan MIS Cicayur sebenarnya sudah diajukan untuk rehabilitasi sejak sebelumnya.
Menurutnya, upaya pendataan dan pengajuan bantuan telah dilakukan bahkan sebelum kondisi sekolah tersebut ramai diperbincangkan.
Terkait kondisi bangunan tersebut sudah diajukan untuk rehabilitasi. Bahkan sebelum viral juga sudah beberapa upaya dilakukan, mulai dari pendataan dan upaya lainnya,” ungkap Maman.
Ia menuturkan, masih banyak bangunan madrasah di Kabupaten Sukabumi yang kondisinya membutuhkan bantuan perbaikan. Namun, ia berharap viralnya informasi terkait MIS Cicayur dapat menjadi jalan agar bantuan segera turun.
Kaleresan di Sukabumi masih relatif seueur kondisi bangunan anu peryogi dibantos. Ucapan dalam kata bahasa Sunda, yang artinya kebetulan di Sukabumi masih relatif banyak kondisi bangunan yang perlu di bantu. “Mudah-mudahan hikmah viral berita na janten wasilah enggal aya bantosan, sumber mana bae. Insyaa Alloh berkah,” pungkasnya.
Pihak sekolah dan masyarakat berharap adanya perhatian lebih cepat dari pemerintah maupun pihak terkait agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman dan nyaman, sekaligus menjamin keselamatan para siswa dan tenaga pendidik.
(Nuryana/Mardi)



















