Beranda / UMUM / Potret Jalan Nasional di Kabupaten Kepulauan Sangihe Berada di Kawasan Perbukitan, Tanjakan – Tikungan Serta Kondisi Tanah Labil Rawan Bencana Longsor

Potret Jalan Nasional di Kabupaten Kepulauan Sangihe Berada di Kawasan Perbukitan, Tanjakan – Tikungan Serta Kondisi Tanah Labil Rawan Bencana Longsor

SANGIHE – SULUT, MB1 // Berdasarkan penelusuran Tim Media Bhayangkara Satu, untuk memonitoring Ruas jalan Nasional di kabupaten Kepulauan Sangihe, terpantau di lapangan RUAS jalan Tahuna – Tamako berada di kawasan Perbukitan dengan tanjakan tikungan yang tajam seperti Ruas jalan di desa Karatung 2 kecamatan Manganitu dengan kondisi kontur tanah labil, sehingga badan jalan retak dan terjadi penurunan. Demikian pula Ruas jalan yang ada di desa Nagha 2 kecamatan Tamako pemandangan yang cukup ekstrem terlihat kondisi jalan tikungan dan berkelok serta tebing di satu sisi jurang dan Laut sehingga rawan terjadinya laka lantas.

Sementara itu, Kepala Desa ( Kapitalaung ) Nagha 2 kecamatan Tamako, Nober Terimanis kepada wartawan Media Bhayangkara Satu mengatakan, untuk Ruas jalan Nasional Tahuna – Tamako berada di kawasan Perbukitan Tanjakan dan tikungan yang tajam di perparah jika cuaca ekstrem atau curah hujan yang deras.

“Sering terjadi bencana longsor yang menutupi badan jalan. Untuk itu kami sebagai pengguna jalan bermohon kepada pemerintah pusat melalui kementerian pekerjaan umum Direktorat Jenderal bina Marga untuk memperhatikan infrastruktur jalan Nasional yang ada di kabupaten Kepulauan Sangihe,” Ujar Nokber Terimanis Senin (30/3/2026).

Senada juga diungkapkan oleh Samuel Melongkade, warga kecamatan Tamako, untuk ruas jalan Nasional Tahuna – Tamako berada di kawasan Perbukitan di beberapa titik jalan tikungan tidak ada pagar pengaman jalan (Quadril) “Untuk itu kami berharap kepada kementerian perhubungan dapat memperhatikan kondisi jalan Nasional yang ada di kabupaten Kepulauan Sangihe, pasalnya jalan Tahuna – Tamako merupakan akses penghubung ke pelabuhan Feri Pananaru,”Ucap Melongkade, Selasa (31/3/2026).

Sambung Melongkade keseharian sebagai pemerhati infrastruktur menambahkan, di beberapa titik ruas jalan Tahuna – Tamako sementara ini terpantau dalam pelaksanaan pekerjaan dari penyelenggara jalan Nasional namun demikian di beberapa titik jalan Nasional Enemawira – Manalu bahwa kurangnya kelengkapan rambu lalu lintas untuk memberi peringatan potensi bahaya, di jalan tikungan,” Tegasnya.

Sama halnya dipaparkan oleh Murti Maniku warga kecamatan Tabukan Utara, “Kami sangat berharap kepada pemerintah pusat untuk dapat memperhatikan kondisi jalan Nasional di kabupaten Kepulauan Sangihe, Ketika cuaca ekstrem atau curah hujan yang tinggi di beberapa titik jalan sering ditutupi tanah longsor, Kemudian jalan Nasional di desa Kalasuge mengalami kerusakan serius akibat tergerus abrasi air laut dan gelombang pasang.

“Pasalnya jalan Nasional yang dikelola pemerintahan pusat melalui kementerian pekerjaan umum fungsinya untuk melayani arus lalulintas jarak jauh dan memacu pertumbuhan ekonomi. Disisi lain ruas jalan Nasional bts kota Tahuna – Rsu Tahuna -Enemawira – Naha merupakan akses menuju ke bandara Naha,”pungkasnya. Selasa (31/3/2026.)

 

 

 

(Johanis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *