MINAHASA UTARA, MB1 // SPMB (sistem penerimaan murid baru) di sekolah adalah rangkaian sistem dan proses pendaftaran calon siswa ke satuan pendidikan. Karena itu sistem ini bertujuan untuk memastikan penerimaan siswa baru berjalan secara objektif, tranparan, akuntabel dan berkeadilan berdasarkan pada kriteria yang jelas terukur dan bukan faktor kedekatan.
“Kemudian jadwal persyaratan hingga hasil seleksi diumumkan secara terbuka kepada publik,” Hal tersebut dipaparkan oleh kepala SD Negeri Watutumou II, Paulina G Kaseger S.Pd kepada wartawan Media Bhayangkara Satu bertempat di ruang kerjanya Rabu (1/7/2026).
Masih kata kepsek, “Untuk SPMB masih aman dan terkendali. Saya sangat optimis proses pendaftaran berjalan lancar dan para pendaftar mentaati aturan yang berlaku, sebab untuk tahun ajaran ini SD Negeri Watutumou II menerima calon siswa baru Kouta dua rombel Sesuai petunjuk teknis (juknis) dari dinas pendidikan kabupaten Minahasa Utara,” Ujar kepsek.
Ia juga menilai sistem yang digunakan untuk tahun ajaran 2026/2027 sangat baik. Lebih tertib dan memudahkan semua pihak, “Oleh karena itu SD Negeri Watutumou II berkomitmen memberi pelayanan terbaik agar SPMB berjalan transparan, adil, dan nyaman untuk calon siswa serta orang tua siswa,” Pungkasnya.
Kemudian setelah selesai SPMB, sambung Kepsek, calon siswa akan memasuki tahapan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) selama 5 hari.
“Karena tujuannya untuk membantu siswa agar mereka dapat beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru. Disisi lain juga, mengurangi kecemasan dan menumbuhkan rasa percaya diri agar siswa tersebut merasa nyaman, aman dan siap mengikuti pembelajaran di sekolah,” Tuturnya.
Sementara itu, Yosep Lengkong selaku Ketua DPD Sulawesi Utara Li – Tipikor, Kesehariannya dikenal sebagai pemerhati pendidikan di kabupaten Minahasa Utara mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi kinerja kepsek bersama guru – guru SD Negeri Watutumou II. Mereka tetap masuk dan bertugas di masa seleksi pendaftaran murid Baru (SPMB), karena komitmen mereka menjaga integritas sekolah serta mengutamakan pelayanan ketika ada orangtua siswa yang berkunjung ke sekolah, intinya pihak sekolah siap melayani.
“Disisi lain pantauan kami bahwa keberadaan SD Negeri Watutumou II sangat membutuhkan bantuan untuk perbaikan atau rehabilitasi sarana dan prasarana ruang Kelas. Serta penataan halaman sekolah untuk di pasang paving. Karena kondisi halaman sekolah jika hujan sangat memprihatinkan, ” Ucap Lengkong bertempat di kediamannya desa Kolongan kecamatan Kalawat, Jumat (3/7/2026).
(Johanis)


















