Beranda / UMUM / Yusak Walo SH, SE : Terbentuknya Kerukunan Keluarga Nusa Utara Indonesia Untuk Menjaga Identitas dan Mempererat Persaudaraan

Yusak Walo SH, SE : Terbentuknya Kerukunan Keluarga Nusa Utara Indonesia Untuk Menjaga Identitas dan Mempererat Persaudaraan

KOTA MANADO, MB1 // Kerukunan Keluarga Nusa Utara Indonesia (KKNU-I) lahir dari kesadaran kolektif masyarakat Nusa Utara yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, bahkan hingga ke mancanegara. Di tengah arus perantauan, perubahan sosial, dan tantangan zaman, muncul kerinduan yang sama menjaga identitas, mempererat persaudaraan, serta membangun kekuatan bersama demi kemajuan tanah leluhur. Hal tersebut diungkapkan oleh Yusak Walo SH SE selaku tokoh Masyarakat nusa Utara ,di Manado, Jumat (17/ 4/2026).

Lanjut Yusak Walo, Nusa Utara yang meliputi Siau, Tagulandang, Biaro, Sangihe, dan Talaud bukan sekadar wilayah geografis, melainkan rumah nilai budaya, dan sejarah panjang yang membentuk karakter masyarakatnya. Nilai gotong royong, solidaritas, serta semangat kekeluargaan menjadi fondasi yang tidak boleh hilang, sekalipun terpisah oleh jarak. Oleh karena itu sambung Walo

Berangkat dari semangat itulah, para tokoh masyarakat, pemuda, dan perwakilan keluarga besar Nusa Utara berinisiatif membentuk sebuah wadah bersama. Wadah ini bukan hanya sebagai tempat berkumpul, tetapi juga sebagai ruang konsolidasi, komunikasi, dan perjuangan bersama. Maka lahirlah Kerukunan Keluarga Nusa Utara Indonesia (KKNU-I) sebagai organisasi yang menjembatani kepentingan sosial, budaya, dan kemanusiaan.

KKNU-I dibentuk dengan tujuan utama mempererat tali persaudaraan antar sesama warga Nusa Utara, menjaga dan melestarikan adat serta budaya, serta menjadi kekuatan sosial yang mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah asal maupun daerah tempat tinggal. Lebih dari itu, KKNU-I hadir sebagai representasi moral bahwa di mana pun orang Nusa Utara berada, mereka tetap satu dalam semangat persatuan.

“Dalam perjalanannya, KKNU-I diharapkan menjadi organisasi yang independen, bermartabat, dan berintegritas. Bukan alat kepentingan sesaat, tetapi menjadi suara hati masyarakat yang menjunjung tinggi nilai keadilan, kebenaran, dan kemanusiaan,” Ucapnya.

Ditambah oleh Yusak Walo di kenal sebagai pemerhati sosial dan dermawan kerap membantu warga nusa Utara menuturkan, terbentuknya KKNU-I bukanlah akhir, melainkan awal dari sebuah gerakan besar: gerakan membangun solidaritas, memperkuat identitas, dan menghadirkan manfaat nyata bagi sesama. Dengan semangat “satu asal, satu rasa, satu tujuan”, KKNU-I berdiri tegak sebagai rumah bersama bagi seluruh keluarga besar Nusa Utara Indonesia,” Pungkasnya.

Terpisah Yohanes Missa warga Sitaro yang menetap di kota Manado menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para tokoh masyarakat Nusa Utara dalam semangat kebersamaan membentuk wadah kerukunan keluarga Nusa Utara Indonesia (KKNU-I). terbentuknya wadah ini menjadi pondasi penting untuk menjaga persatuan dan kesatuan serta mempererat hubungan persaudaraan.disisi lain wadah ini menumbuhkan rasa toleransi. Sebagai warga Nusa Utara menyampaikan apresiasi juga kepada Yusak Walo berkontribusi membentuk wadah ini. “Karena sosok Yusak Walo seperti orang tua nya Bu Zet Walo sangat peduli dan kerap membantu warga nusa Utara,” Ucap Missa bertempat di kediamannya Jumat 17/4/2026.

 

 

(Johanis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *