KLAPANUNGGAL – BOGOR, MB1 // Miris, Kondisi beberapa ruang kelas di SMPN 1 Klapanunggal Kecamatan Klapanunggal Kabupaten Bogor rusak sudah bertahun – tahun lamanya berdampak tidak bisa dipergunakan untuk kegiatan belajar mengajar di sekolah itu dan juga berpotensi berkurangnya untuk penerimaan murid baru tiap tahunnya.
Rusaknya ruang kelas tersebut diketahui saat adanya kunjungan dari Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, H. Ansori Setiawan, S.Pd, saat selesainya acara Reses di Kecamatan Klapanunggal, pada, Rabu, (15/7/26).
Dilokasi, H. Ansori menyarankan untuk segera adanya perbaikan plafon dan atap ruang kelas tersebut.
“Ini harus segera diperbaiki. Nanti pihak sekolah bisa panggil tukang untuk perbaikannya, dan kepsek bisa komunikasi langsung dengan saya. Soal biayanya gak terlalu besar, palingan tidak sampai 50 juta, ya sudah nanti langsung dari saya pribadi,” kata Ansori di lokasi SMPN 1 Klapanunggal.
Ansori juga mengatakan jikalau lewat pengajuan pasti memakan waktu yang lama, karna itu, kata dia, biar dirinya pribadi yang tanggulanginnya,” ujar Ansori berinisiatif.
Mirisnya, diduga Kepala sekolah hanya menunggu bantuan pemerintah yang tak kunjung datang tanpa mengambil sikap serta inisiatif, cara solusi perbaikannya, sehingga rusaknya semakin parah dan terbengkalai.
Saat dikonfirmasi Kepsek SMPN 1 Klapanunggal, Kiswanti, M.Pd, mengatakan ruang kelas itu rusak dari masa covid tahun 2019. Dirinya juga mengklaim bahwa sudah tidak bisa digunakan karena rusak berat.
“sy ditugaskan di skh thn 2021 kondisi kelas rusak berat dan tidak boleh di bangun dgn dana Bos, ketika Dewan mau membantu dengan senang hati saya terima,” katanya kepada mediabhayangkarasatu.com Jumat, (24/7/26).
Penggunaan Dana Bos Disorot
Dampak rusaknya ruang kelas sudah bertahun lamanya itu, aliran dana Bos pun di Sorot. Pasalnya, hampir setiap tahun uang ratusan juta rupiah digelontorkan pihak sekolah untuk alokasi Pengembangan Perpustakaan dan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana di sekolah itu pun dipertanyakan.
Diketahui, Anggaran Dana Bos untuk SMPN 1 Klapanunggal tahun 2022 hingga 2025 diantaranya :
Anggaran Tahun 2022
Tahap 1 dengan Pagu (Rp. 368. 160. 000) dicairkan tgl 16 Februari
– Alokasi Pengembangan Perpustakaan Rp. 123. 360. 000
– Alokasi Pemeliharaan Saran dan Prasarana Sekolah Rp. 18. 215. 000,
Tahap 2 pagu ( 490. 644. 500, ) di cairkan tgl 3 Juni
-Alokasi Pengembangan Perpustakaan Rp. 108. 920. 000
– Alokasi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Sekolah Rp. 45. 293. 300
Anggaran Tahun 2023
Tahap 1 pagu ( Rp. 617. 500. 000,) di cairkan tgl 23 Februari
– Alokasi Pengembangan Perpustakaan Rp. 159. 937. 000
– Alokasi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Sekolah Rp. 35. 160. 050,
Tahap 2 pagu (Rp. 617. 500. 000) di Cairkan tgl. 24 Juli
– Alokasi Pengembangan Perpustakaan Rp. 130. 135. 500
– Alokasi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Sekolah Rp. 27. 219. 850
Anggaran Tahun 2024
Tahap 1 pagu (Rp. 646. 100. 000) di cairkan tgl 18 Januari
– Alokasi Pengembangan Perpustakaan Rp. 152. 190. 000,
– Alokasi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Sekolah Rp. 28. 837. 050
Tahap 2 pagu (Rp. 646. 100. 000) di cairkan tgl 09 Agustus
– Alokasi Pengembangan Perpustakaan Rp. 106. 249. 800,
– Alokasi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Sekolah Rp. 89. 970. 450
Anggaran Tahun 2025
Tahap 1 pagu (Rp. 645.450.000) di cairkan tgl 21 Januari 2025
– Alokasi Pengembangan Perpustakaan Rp. 201. 533. 600,
– Alokasi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Rp. 89. 912. 500,
Tahap 2 Pagu (Rp. 645. 450. 000) di cairkan tgl 28 Agustus
– Alokasi Pengembangan Perpustakaan Rp. 75. 775. 100
– Alokasi Pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah Rp. 214. 545. 910
Namun dengan santainya Kepsek menjawab, “tidak boleh dibangun dengan dana Bos,” Kata Kepsek.
Anehnya lagi, menurut informasi yang dihimpun awak media, hampir setiap tahunnya SMPN 1 Klapanunggal mengadakan perpisahan sekolah, yang dipastikan membutuhkan biaya yang tidak sedikit dari hasil sumbangan, dengan dalih hasil rapat dan kesepakatan komite bersama orangtua murid untuk mengumpulkan dana.
Saat ditanyakan wartawan, sejauh mana tanggungjawab seorang kepala sekolah, dirinya pun sepertinya tidak ingin menjawabnya.
Bahkan, Kepsek pun seperti tidak ingin dikonfirmasi terkait pengggunaan alokasi dana Bos mencapai ratusan juta rupiah itu untuk pengembangan Perpustakaan dan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana di sekolah.
Saat dikonfirmasi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Dr. Rusliandy, S.STP., M.Si., M.E. ditanyakan terkait Dana Bos yang digelontorkan ke SMPN 1 Klapanunggal, Kadisdik tidak menjawabnya.
Lagi – lagi Kadisdik pun bungkam saat ditanyakan seperti apa sikap dan peranan dan tanggungjawab bagi seorang kepala sekolah terhadap lingkungan sekolah yang dirinya pimpin.
(Red)



















